malangcozycom – Destinasi wisata Ledok Ombo di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi lokasi pelaksanaan gerakan penghijauan melalui program Green Destination Action dalam rangka memperingati World Tourism Day 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 4 Oktober 2026 ini mendorong pengembangan pariwisata yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan memperkuat peran masyarakat lokal.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, membuka kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk Program Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang sebagai penggagas kegiatan.
Gerakan ini mempertemukan unsur pendidikan, lingkungan, masyarakat, dan pariwisata dalam satu upaya bersama.
Green Destination Action Dorong Pariwisata Berkelanjutan
Pengembangan destinasi wisata alam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Perubahan iklim, persoalan sampah, tekanan terhadap sumber daya alam, degradasi ekosistem, serta berkurangnya keanekaragaman hayati dapat memengaruhi kualitas kawasan wisata apabila tidak dikelola dengan baik.
Dalam kegiatan di Ledok Ombo, Lathifah menekankan bahwa penghijauan bukan sekadar aktivitas menanam pohon.
Upaya tersebut perlu menjadi bagian dari pengelolaan destinasi yang berkelanjutan, mulai dari menjaga kualitas lingkungan hingga meningkatkan kesadaran pengunjung dan masyarakat sekitar.
Pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, antara lain membantu menyerap karbon, memperkuat struktur tanah, mendukung tata air, dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
Baca juga: Songgoriti Bakal Dikelola Bersama, Pemkab Malang dan Pemkot Batu Siapkan Revitalisasi Wisata
Namun, manfaat tersebut bergantung pada pemilihan jenis tanaman, kondisi lahan, serta perawatan setelah penanaman.
Karena itu, keberhasilan program penghijauan tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam saat kegiatan berlangsung.
Pemantauan pertumbuhan tanaman dan keterlibatan masyarakat dalam perawatannya juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelestarian kawasan.
Ledok Ombo Punya Potensi Wisata Alam
Ledok Ombo merupakan salah satu destinasi wisata alam di kawasan Poncokusumo yang memiliki daya tarik lingkungan hijau dan suasana alam.
Karakter kawasan seperti ini memberikan peluang untuk mengembangkan wisata yang mengutamakan kenyamanan pengunjung sekaligus memperhatikan daya dukung lingkungan.
Pengelolaan wisata alam membutuhkan keseimbangan antara aktivitas pengunjung dan kemampuan kawasan menampung kegiatan wisata.
Peningkatan kunjungan, misalnya, perlu diikuti dengan pengelolaan sampah, pemeliharaan fasilitas, pengaturan area aktivitas, dan perlindungan vegetasi.
Jika tidak direncanakan dengan baik, pertumbuhan pariwisata berpotensi menimbulkan tekanan terhadap lingkungan yang justru menjadi daya tarik utama destinasi.
Sebaliknya, pengelolaan yang memperhatikan kelestarian alam dapat membantu menjaga kualitas pengalaman wisata dalam jangka panjang.
Pendekatan ini sejalan dengan gagasan regenerative tourism atau pariwisata regeneratif, yakni pendekatan yang tidak hanya berusaha mengurangi dampak negatif kegiatan wisata, tetapi juga mendorong pemulihan lingkungan dan penguatan masyarakat setempat.
Dalam konteks Ledok Ombo, penerapannya dapat diarahkan melalui penghijauan berkelanjutan, edukasi lingkungan, pengurangan sampah, serta keterlibatan pelaku wisata dan warga dalam menjaga kawasan.
Kolaborasi Masyarakat dan Perguruan Tinggi
Program Green Destination Action memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan destinasi wisata.
Pemerintah daerah tidak dapat menjalankan seluruh upaya pelestarian lingkungan sendirian. Perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, pengelola wisata, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.
Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui edukasi, pendampingan, dan kajian pengelolaan destinasi.
Masyarakat setempat dapat terlibat dalam perawatan tanaman, pengelolaan kebersihan, dan penyampaian informasi kepada wisatawan.
Sementara itu, pelaku usaha dapat menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan dalam operasional sehari-hari.
Wakil Bupati Malang juga berharap gerakan tersebut tidak berhenti setelah acara selesai.
Ia menekankan perlunya perawatan tanaman, pemantauan, edukasi, pengelolaan sampah, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Harapan tersebut penting agar kegiatan lingkungan menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Pembagian tanggung jawab yang jelas, jadwal pemeliharaan, dan evaluasi berkala dapat membantu memastikan program berjalan setelah kegiatan seremonial berakhir.
Menjaga Alam Sekaligus Memperkuat Ekonomi Lokal
Pariwisata ramah lingkungan juga berkaitan dengan peluang ekonomi masyarakat sekitar.
Destinasi yang terawat dapat mendukung aktivitas usaha lokal, mulai dari kuliner, produk UMKM, jasa wisata, hingga kegiatan berbasis pengalaman alam.
Meski demikian, manfaat ekonomi perlu dikembangkan dengan memperhatikan daya dukung kawasan.
Pengembangan fasilitas dan peningkatan kunjungan sebaiknya tidak mengorbankan vegetasi, kebersihan, maupun kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan terbuka terhadap penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan pelaku pariwisata.
Semangat yang diusung adalah menjaga alam, mengembangkan wisata, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal secara bersamaan.
Ke depan, keberlanjutan Ledok Ombo akan bergantung pada konsistensi pengelolaan, bukan hanya pada satu kegiatan penghijauan.
Baca juga: Pemkot Malang Kejar Target 3,2 Juta Wisatawan, Event dan Sport Tourism Jadi Andalan
Perawatan pohon, pengurangan sampah, edukasi pengunjung, dan keterlibatan warga perlu menjadi bagian dari praktik sehari-hari.
Melalui Green Destination Action, Ledok Ombo mendapatkan momentum untuk memperkuat arah pengembangan wisata yang lebih peduli lingkungan.
Upaya tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menjaga daya tarik alam Poncokusumo sekaligus memastikan bahwa pengembangan pariwisata memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian kawasan.














