Breaking

Pemkot Malang Kejar Target 3,2 Juta Wisatawan, Event dan Sport Tourism Jadi Andalan

jed timo

24 September 2026

Pemkot Malang Kejar Target 3,2 Juta Wisatawan, Event dan Sport Tourism Jadi Andalan
Pemerintah Kota Malang terus memperkuat sektor pariwisata untuk mengejar target kunjungan wisatawan sebanyak 3,2 juta orang sepanjang 2026.

malangcozycom – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat sektor pariwisata untuk mengejar target kunjungan wisatawan sebanyak 3,2 juta orang sepanjang 2026.

Selain memperbanyak agenda kegiatan, Pemkot Malang mendorong pengembangan sport tourism dan berbagai event agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata Kota Malang yang memiliki karakter berbeda dibandingkan daerah sekitar.

Kota Malang mengandalkan wisata perkotaan, sejarah, kuliner, ekonomi kreatif, serta kegiatan berbasis event untuk menarik wisatawan.

Target 3,2 Juta Wisatawan

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menargetkan 3,2 juta kunjungan wisatawan selama 2026.

Pemerintah daerah juga mendorong agar wisatawan memiliki durasi tinggal minimal dua hari di Kota Malang.

Berdasarkan pemberitaan September 2026, jumlah kunjungan wisata hingga Juli telah mencapai sekitar 2,6 juta.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat selisih sekitar 600 ribu kunjungan untuk memenuhi target tahunan.

Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyebut upaya mengejar target dilakukan melalui berbagai strategi promosi dan penguatan daya tarik wisata.

Salah satunya dengan memanfaatkan video promosi agar potensi destinasi Kota Malang semakin dikenal oleh wisatawan.

Di sisi lain, data BPS Kota Malang yang dirilis pada September menunjukkan wisatawan nusantara yang menjadikan Kota Malang sebagai tujuan perjalanan mencapai 935 ribu kunjungan pada Juli 2026.

Angka tersebut meningkat 3,09 persen dibandingkan Juni dan tumbuh 3,89 persen dibandingkan Juli 2025.

Baca juga: Aset Songgoriti Jadi Sorotan, Pemkab Malang dan Pemkot Batu Cari Jalan Keluar

Seribu Event Jadi Penggerak Pariwisata

Pemkot Malang juga mengandalkan program Seribu Event sebagai salah satu penggerak kunjungan wisatawan.

Berbagai kegiatan yang digelar sepanjang tahun diharapkan mampu menciptakan alasan baru bagi wisatawan untuk datang ke Kota Malang.

Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung.

Kehadiran event diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, dan ekonomi kreatif.

Salah satu contoh terbaru adalah Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan atau PALESKA 2026.

Event tersebut berlangsung selama sekitar satu pekan dan melibatkan 40 pelaku UMKM dari Malang Raya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut event seperti PALESKA dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian karena wisatawan tidak hanya menghadiri kegiatan, tetapi juga berpotensi menikmati kuliner, membeli oleh-oleh, menggunakan jasa transportasi, hingga menginap di hotel.

Sport Tourism Terus Didorong

Selain event budaya dan ekonomi kreatif, sport tourism menjadi salah satu pendekatan yang terus dikembangkan Kota Malang.

Konsep tersebut menggabungkan kegiatan olahraga dengan pengalaman wisata sehingga peserta maupun pendamping memiliki kesempatan menikmati destinasi di sekitar lokasi kegiatan.

Pemkot Malang sebelumnya menilai kegiatan olahraga dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah.

Berbagai turnamen olahraga juga diarahkan menjadi bagian dari program Seribu Event.

Salah satu kegiatan yang pernah digelar adalah World Wide Vintage MTB Day 2026.

Sebanyak 532 peserta mengikuti kegiatan bersepeda dengan rute dari kawasan Kayutangan Heritage menuju Taman Rekreasi Sengkaling, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut dinilai turut memperkuat geliat sport tourism Kota Malang.

Pengembangan sport tourism juga terlihat melalui penyelenggaraan Padel Bang 3.0.

Pemkot menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sport tourism sekaligus mendukung program Seribu Event.

Wisatawan Didorong Tinggal Lebih Lama

Mengejar jumlah kunjungan bukan satu-satunya fokus Pemkot Malang.

Pemerintah juga ingin meningkatkan lama tinggal wisatawan.

Dalam Temu Mitra Pariwisata 2026, Pemkot Malang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha pariwisata, khususnya sektor hotel dan restoran.

Penguatan legalitas, data, jejaring usaha, serta kualitas layanan menjadi bagian dari pembahasan pengembangan pariwisata.

Upaya memperpanjang masa tinggal menjadi penting karena wisatawan yang menginap lebih lama berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih besar.

Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengunjungi destinasi, menikmati kuliner, membeli produk lokal, dan mengikuti event yang berlangsung di Kota Malang.

Karena itu, strategi pariwisata tidak cukup hanya menghadirkan tempat yang menarik.

Kalender kegiatan, akses, pelayanan, kebersihan, keamanan, akomodasi, hingga pilihan kuliner juga perlu berjalan beriringan.

Stadsklok dan Heritage Jadi Potensi Tambahan

Pengembangan destinasi baru juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Malang.

Salah satunya adalah Stadsklok atau Tugu Jam Kayutangan yang dibidik sebagai magnet wisata sejarah baru.

Wahyu Hidayat mendorong agar arus kunjungan wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di koridor utama Kayutangan Heritage.

Pemerintah menyiapkan penguatan storytelling sejarah Stadsklok melalui kolaborasi Disporapar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain storytelling, pengembangan suvenir berbasis ikon Stadsklok juga didorong untuk memperkuat keterkaitan antara wisata sejarah dan ekonomi kreatif.

Pemkot bahkan mengapresiasi inovasi komunitas yang membuat replika Stadsklok dari bahan daur ulang.

Baca juga: Songgoriti Bakal Dikelola Bersama, Pemkab Malang dan Pemkot Batu Siapkan Revitalisasi Wisata

Dengan kombinasi Seribu Event, sport tourism, penguatan destinasi heritage, promosi, serta kolaborasi dengan pelaku usaha, Pemkot Malang berupaya mengejar target 3,2 juta wisatawan pada 2026.

Tantangan berikutnya bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi membuat mereka memiliki cukup banyak pilihan kegiatan untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di berbagai sektor ekonomi lokal.

Leave a Comment