Breaking

Muscab Kodrat Kota Malang Tetapkan Rendra Masdrajad Safaat sebagai Ketua Umum 2026–2030

jed timo

19 September 2026

Muscab Kodrat Kota Malang Tetapkan Rendra Masdrajad Safaat sebagai Ketua Umum 2026–2030
Musyawarah Cabang (Muscab) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Malang menetapkan Rendra Masdrajad Safaat sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Kodrat Kota Malang periode 2026–2030.

malangcozycom – Musyawarah Cabang (Muscab) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Malang menetapkan Rendra Masdrajad Safaat sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Kodrat Kota Malang periode 2026–2030.

Muscab digelar Jumat (18/9/2026) di KOPASS (Kopi Lepas Sedjenak), Jalan Jakarta Dalam, Kota Malang.

Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum pergantian kepengurusan setelah masa bakti 2022–2026 berakhir.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari proses organisasi untuk melanjutkan pembinaan olahraga Tarung Derajat di Kota Malang.

Rendra akan memimpin kepengurusan baru bersama keluarga besar Kodrat Kota Malang selama empat tahun ke depan.

Rendra Terima Amanah Pimpin Kodrat Kota Malang

Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum Kodrat Kota Malang periode 2026–2030, Rendra menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia mengakui tanggung jawab sebagai ketua umum bukan sesuatu yang ringan.

Karena itu, dukungan dari seluruh keluarga besar Kodrat menjadi hal penting dalam menjalankan roda organisasi.

“Saya sebenarnya merasa tidak layak untuk menyandang amanah ini.Tetapi dengan dukungan Bapak, Ibu, Mas, Mbak, dan adik-adik semuanya, saya menjadi bersemangat dan optimis untuk bisa memegang amanah berat ini,” ujar Rendra.

Rendra menegaskan kepengurusan baru tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberadaan organisasi.

Lebih dari itu, Kodrat Kota Malang diharapkan mampu terus berkembang dan menyediakan ruang pembinaan bagi generasi muda.

Menurutnya, olahraga memiliki peran dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki prestasi.

Karena itu, pembinaan Tarung Derajat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur.

Baca juga: Tingkat Pengangguran Kota Malang Turun Jadi 5,97 Persen, Ini Penjelasan Pemkot

Pembinaan Tarung Derajat Terus Dikembangkan

Tarung Derajat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang diciptakan oleh Guru Haji Achmad Dradjat atau yang dikenal dengan sebutan Aa Boxer.

Dalam perkembangannya, Tarung Derajat tidak hanya dikenal sebagai seni bela diri.

Cabang olahraga ini juga berkembang sebagai olahraga prestasi yang dibina melalui organisasi serta satuan latihan di berbagai daerah, termasuk Kota Malang.

Perkembangan Tarung Derajat di Kota Malang telah berlangsung sejak dekade 1990-an.

Dalam perjalanannya, pembinaan sempat mengalami kevakuman pada awal 2000-an.

Pembinaan kemudian kembali dikembangkan pada 2009 melalui sejumlah pelatih dan kader.

Sejak itu, aktivitas pembinaan terus berjalan melalui berbagai satuan latihan, lingkungan kampus, sekolah, hingga keikutsertaan dalam kompetisi tingkat daerah.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses panjang Kodrat Kota Malang dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan pembinaan atlet Tarung Derajat.

Dorong Generasi Muda Sehat dan Berprestasi

Rendra mengatakan kepengurusan periode 2026–2030 ingin memastikan Tarung Derajat tetap eksis dan semakin berkembang di Kota Malang.

Ia menilai pembinaan olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang positif.

Melalui latihan dan kompetisi, atlet tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan olahraga, tetapi juga membangun karakter.

“Tarung Derajat ke depannya harus bisa eksis dan semakin berkembang. Kita ingin generasi muda bisa menjadi sehat, berakhlak mulia, dan berprestasi melalui Tarung Derajat,” katanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pembinaan membutuhkan proses yang konsisten.

Atlet membutuhkan lingkungan latihan yang berkelanjutan, sementara pelatih dan pengurus memiliki peran dalam memastikan program organisasi dapat berjalan.

Keterlibatan sekolah dan kampus juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pembinaan Tarung Derajat di Kota Malang.

Rendra Tekankan Kebersamaan dalam Kepengurusan

Selain pembinaan atlet, Rendra menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan organisasi.

Ia menyadari pengembangan Kodrat Kota Malang tidak dapat dilakukan seorang diri.

Sinergi antara pengurus, pelatih, atlet, keluarga besar Kodrat, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap olahraga menjadi salah satu hal yang ingin dibangun dalam kepengurusan baru.

Menurut Rendra, dukungan berbagai pihak dibutuhkan agar agenda organisasi dapat berjalan secara maksimal.

Kolaborasi juga diharapkan dapat memperkuat pembinaan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet untuk berkembang.

Karena itu, kepengurusan baru periode 2026–2030 diarahkan untuk bergerak bersama dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atlet.

“Mari kita jadikan Tarung Derajat Kota Malang semakin solid, semakin berprestasi, dan semakin dikenal,” ujar Rendra.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Kodrat Kota Malang memasuki periode pembinaan 2026–2030.

Baca juga: Kabupaten Malang Gandeng Nagoya University dan UB, Dorong Riset Pembangunan Global

Kepengurusan tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperluas pembinaan Tarung Derajat bagi generasi muda.

Rendra juga berharap seluruh elemen Kodrat dapat bersama-sama menjalankan agenda organisasi sehingga pembinaan atlet berlangsung konsisten dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari Kota Malang.

Leave a Comment