malangcozycom – Pemerintah Kabupaten Malang membuka peluang penguatan kerja sama riset internasional melalui kolaborasi dengan Nagoya University Jepang dan Universitas Brawijaya (UB).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjadikan Kabupaten Malang sebagai ruang pembelajaran sekaligus laboratorium pembangunan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Gagasan itu mengemuka ketika Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menerima delegasi Nagoya University yang didampingi akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB di Ruang Rapat Anusapati, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring penelitian internasional dan mendorong hasil riset agar dapat memberikan masukan bagi pembangunan daerah.
Kabupaten Malang Jadi Lokus Riset Internasional
Lathifah menyebut karakter wilayah Kabupaten Malang memiliki keragaman geografis dan sosial yang dapat mendukung berbagai kajian akademik.
Wilayah tersebut mencakup kawasan pegunungan, pertanian dan perkebunan, perkotaan, hingga pesisir dan laut.
Keragaman itu membuka ruang penelitian di sejumlah sektor.
Pemkab Malang menyebut ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, transformasi digital, ekonomi lokal, pertanian, ketenagakerjaan, pariwisata, dan lingkungan sebagai bidang yang dapat dikembangkan menjadi lokus riset.
Menurut Pemkab Malang, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penelitian atau publikasi.
Pemerintah daerah ingin hasil kajian dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan masyarakat.
Dalam skema tersebut, perguruan tinggi memiliki kapasitas pengetahuan dan riset, sedangkan pemerintah daerah mempunyai data, kewenangan, serta ruang untuk menerapkan kebijakan.
Pertemuan kedua unsur itu diharapkan dapat memperkuat hubungan antara penelitian akademik dan proses pembangunan.
Baca juga: Pemkot Malang Salurkan Rp7,08 Miliar Banpol 2026 untuk 9 Parpol
Nagoya University Fokus di Desa Sanankerto
Salah satu lokasi penelitian Nagoya University di Kabupaten Malang berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.
Berdasarkan keterangan Pemkab Malang, penelitian tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pariwisata, pertanian, dan pendidikan.
Pemilihan Sanankerto menjadi bagian dari upaya melihat potensi lokal melalui perspektif pembangunan berkelanjutan.
Desa tersebut menjadi ruang bagi akademisi untuk mempelajari kondisi dan potensi daerah sekaligus membangun pemahaman yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kolaborasi lintas negara ini juga mempertemukan pengalaman akademik dari Jepang dengan kondisi lokal di Kabupaten Malang.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi pemerintah daerah dalam memahami dan mengembangkan potensi wilayah.
Riset Didorong Berkontribusi pada Kebijakan
Pemkab Malang menekankan pentingnya agar kegiatan penelitian menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan lebih luas.
Karena itu, hasil riset diharapkan dapat disebarluaskan dan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
Pendekatan tersebut membuat kerja sama akademik tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data.
Pemerintah daerah juga membuka ruang agar pengetahuan yang dihasilkan dapat digunakan untuk menemukan gagasan dan inovasi yang sesuai dengan persoalan pembangunan.
Selain kolaborasi riset, Pemkab Malang juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi.
Salah satunya melalui pemberian bantuan hibah lahan untuk pengembangan kampus Universitas Brawijaya di Kecamatan Kepanjen.
Dukungan tersebut menunjukkan adanya upaya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Dengan jejaring akademik yang semakin luas, Kabupaten Malang dapat menjadi lokasi pengembangan penelitian yang mengangkat persoalan sekaligus potensi daerah.
Jembatan Pengetahuan Global dan Potensi Lokal
Kolaborasi Nagoya University, UB, dan Pemkab Malang menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan global dengan kebutuhan lokal.
Bagi pemerintah daerah, keterlibatan akademisi internasional membuka peluang untuk mendapatkan sudut pandang baru dalam melihat persoalan pembangunan.
Di sisi lain, penelitian di wilayah Kabupaten Malang memberikan ruang bagi akademisi untuk memahami karakter daerah secara langsung.
Fokus pada pariwisata, pertanian, dan pendidikan di Sanankerto menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian dari kajian akademik internasional.
Pemkab Malang berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan penelitian berkualitas, memperluas jejaring pengetahuan, serta mendorong inovasi.
Kerja sama akademik tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah, tetapi juga dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah yang berbasis pada kondisi nyata masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting karena penelitian dilakukan pada wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.
Data dan temuan lapangan dapat membantu peneliti memahami kebutuhan secara lebih kontekstual, sementara pemerintah daerah dapat melihat isu pembangunan dari hasil kajian yang lebih terukur.
Pola kerja sama semacam ini juga memberi kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk belajar langsung dari kondisi daerah, sekaligus mengenalkan potensi Kabupaten Malang dalam jaringan penelitian internasional.
Baca juga: OJK Malang Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan AI, Ini Celah yang Dimanfaatkan
Bagi masyarakat, manfaat yang diharapkan adalah munculnya gagasan yang relevan dengan kebutuhan setempat dan dapat dipertimbangkan dalam program pembangunan.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan daerah dapat melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, hingga masyarakat.
Kabupaten Malang membuka ruang lebih luas ke depan bagi penelitian yang menghubungkan kebutuhan lokal dengan perspektif pembangunan global.












