maalangcozycom – Sebanyak 191 perawat lulusan Universitas Kepanjen diwisuda di Hotel Ijen Suites Malang pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional, termasuk membuka peluang berkarier di luar negeri.
Pemerintah Kabupaten Malang mendorong lulusan keperawatan agar mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tenaga kesehatan global tanpa mengabaikan kesempatan mengabdi di daerah sendiri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., hadir mewakili Bupati Malang dalam prosesi wisuda tersebut.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi agar lulusan mampu bersaing di tengah perkembangan dunia kesehatan.
Wisuda itu mengusung tema “Membangun Keberanian Menjemput Karir Internasional yang Unggul, Bermartabat, dan Transformatif”.
Tema tersebut menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia bidang kesehatan untuk menghadapi kesempatan kerja yang semakin terbuka, sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Peluang Karier Internasional Perlu Didukung Kompetensi
Peluang bekerja di luar negeri menjadi salah satu pilihan bagi lulusan keperawatan.
Namun, kesempatan tersebut membutuhkan persiapan yang tidak hanya bertumpu pada ijazah.
Calon tenaga kesehatan perlu memenuhi kualifikasi profesi, memahami bahasa negara tujuan, serta mengikuti ketentuan perizinan dan rekrutmen yang berlaku.
Pemkab Malang menyampaikan bahwa Universitas Kepanjen memperluas jejaring kerja sama internasional, termasuk peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dari China di bidang tenaga kesehatan.
Baca juga: Pembangunan Kampus II UB di Kepanjen Capai 50 Persen, Target Rampung Maret 2027
Selain itu, dukungan pihak terkait penempatan pekerja migran, termasuk P3MI dan BP2MI, diharapkan dapat membantu membuka akses informasi mengenai peluang kerja perawat di Jepang.
Bagian Umum Meski demikian, peluang kolaborasi maupun fasilitasi tersebut tidak berarti seluruh lulusan otomatis memperoleh pekerjaan di luar negeri.
Setiap calon tenaga kesehatan tetap perlu mengikuti proses seleksi, memenuhi persyaratan negara tujuan, dan memastikan jalur penempatan sesuai ketentuan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Persiapan yang matang menjadi penting agar lulusan dapat memahami hak, kewajiban, kondisi kerja, serta standar pelayanan kesehatan di negara tempat mereka bekerja.
Informasi resmi mengenai kontrak, biaya, dan prosedur penempatan juga perlu diperiksa sebelum calon pekerja mengambil keputusan.
Rumah Sakit di Malang Berpeluang Menyerap Tenaga Lokal
Selain mendorong karier internasional, Pemkab Malang menaruh perhatian pada peluang kerja bagi tenaga kesehatan di daerah sendiri.
Budiar menyampaikan bahwa direksi RS Hermina dan RS Mitra Keluarga telah diminta memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat Kabupaten Malang sesuai kebutuhan serta kualifikasi yang tersedia.
Perkembangan investasi sektor kesehatan, termasuk rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Singosari dan pengembangan layanan kesehatan lainnya, berpotensi membuka kebutuhan tenaga profesional baru.
Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada realisasi proyek, kebutuhan fasilitas kesehatan, dan proses rekrutmen masing-masing institusi.
Bagi lulusan baru, kesempatan kerja lokal dapat menjadi jalur untuk membangun pengalaman profesional.
Pengalaman klinis, kemampuan berkomunikasi dengan pasien, serta pemahaman prosedur pelayanan menjadi bekal penting sebelum mengambil peluang karier yang lebih luas.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan juga membutuhkan tenaga yang mampu memberikan pelayanan berkualitas.
Karena itu, hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan penyedia layanan kesehatan perlu diperkuat agar kompetensi lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Digitalisasi Menuntut Perawat Terus Meningkatkan Kemampuan
Budiar mengingatkan bahwa perkembangan Society 5.0, digitalisasi, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kesehatan.
Perawat perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan dalam pelayanan pasien.
Pemanfaatan teknologi dapat membantu proses pencatatan, pengelolaan informasi pasien, dan koordinasi layanan.
Meski begitu, penerapannya harus mengikuti standar profesi, menjaga kerahasiaan data, dan tidak menggantikan penilaian klinis yang menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.
Selain penguasaan ilmu, kemampuan komunikasi dan empati juga menjadi perhatian.
Budiar menekankan pentingnya prinsip hospitality, yakni keramahan, kepedulian, dan sikap profesional dalam melayani pasien.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pasien berhak memperoleh pelayanan yang adil dan bermartabat, tanpa dibedakan berdasarkan status pembiayaan, termasuk peserta BPJS Kesehatan maupun pasien umum.
Prinsip tersebut menjadi dasar penting bagi perawat yang ingin membangun karier, baik di dalam maupun luar negeri.
Jejaring Alumni Dapat Membantu Membuka Peluang Kerja
Keberadaan 312 anggota Ikatan Alumni Universitas Kepanjen dinilai berpotensi memperkuat jaringan profesional para lulusan.
Jejaring alumni dapat membantu berbagi informasi lowongan, pengalaman kerja, serta gambaran mengenai kebutuhan kompetensi di berbagai fasilitas kesehatan.
Kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia kerja juga dapat mendukung kesiapan lulusan memasuki pasar kerja.
Informasi yang tepat mengenai rekrutmen dan persyaratan profesi dapat membantu calon pekerja menentukan jalur karier secara lebih terarah.
Bagi 191 perawat yang baru diwisuda, langkah berikutnya adalah mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati dan kebutuhan pemberi kerja.
Baca juga: Uji Coba MBG dengan Sistem Prasmanan di SMPN 1 Kepanjen, Penyajian Disebut Lebih Cepat
Peluang internasional dapat menjadi pilihan, sementara kesempatan di fasilitas kesehatan lokal tetap penting untuk mendukung penyerapan tenaga profesional di Kabupaten Malang.
Dengan demikian, wisuda Universitas Kepanjen tidak hanya menjadi penanda selesainya pendidikan, tetapi juga awal perjalanan profesional.
Dukungan peningkatan kompetensi, akses informasi kerja, serta jejaring yang kuat diharapkan membantu lulusan bersaing secara sehat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.












