malangcozycom – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) perempuan yang sempat dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan hidup di dasar jurang kawasan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (11/10/2026).
Korban mengalami luka dan dievakuasi petugas pemadam kebakaran bersama relawan untuk mendapat penanganan medis.
Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan melalui keterangan Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang kepada media.
Kronologi PNS Perempuan Dilaporkan Hilang
Perempuan berusia 30 tahun tersebut diketahui bernama Shaskia Maulidina, warga kawasan Sukun.
Berdasarkan pemberitaan detikJatim, keluarga melaporkan korban hilang sejak Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 14.00 WIB.
Keberadaannya belum diketahui hingga keesokan harinya, sebelum warga menemukan korban di jurang kawasan Jalan Bandulan.
Informasi mengenai waktu terakhir korban terlihat dan upaya pencarian perlu merujuk pada keterangan keluarga atau pihak berwenang.
Sejauh informasi yang diberitakan, belum ada penjelasan lengkap mengenai kegiatan korban sebelum ditemukan.
Baca juga: Retreat 345 Kepala Sekolah di Malang Disorot, Anggaran Rp300 Juta Jadi Perhatian
Karena itu, penyebab korban berada di lokasi tersebut tidak dapat dipastikan hanya dari laporan penemuan.
Ditemukan di Jurang Kawasan Bandulan
Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter di kawasan Jalan Bandulan, Kecamatan Sukun.
Warga yang mengetahui keberadaan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang. Laporan yang diterima petugas pada Minggu pagi menyebut seseorang terperosok dan jatuh ke jurang.
Penemuan korban dalam kondisi hidup menjadi informasi utama dalam peristiwa ini.
Namun, detail mengenai bagaimana korban sampai terjatuh masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan dan keterangan resmi.
Tidak tepat menyimpulkan adanya unsur kesengajaan atau faktor tertentu tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan bahwa lima petugas dikerahkan ke lokasi setelah laporan diterima.
Petugas melakukan asesmen untuk menentukan jalur evakuasi yang dinilai paling memungkinkan, mengingat medan jurang cukup sulit dijangkau.
Korban kemudian dinaikkan ke tandu dan dibawa menyeberangi Sungai Metro menuju permukiman terdekat.
Setelah berhasil dievakuasi, korban diantar relawan ambulans ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis.
Rincian kondisi medis korban sebaiknya mengacu pada keterangan rumah sakit atau keluarga yang disampaikan secara resmi.
Penyebab Kejadian Masih Perlu Dipastikan
Hingga informasi yang dipublikasikan media tersebut, penyebab korban terjatuh belum dijelaskan secara tuntas.
Fakta bahwa korban ditemukan di dasar jurang tidak dengan sendirinya menerangkan bagaimana kejadian berlangsung.
Keterangan saksi, kondisi lokasi, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang dapat membantu menjelaskan kronologi secara lebih utuh.
Dalam pemberitaan peristiwa yang melibatkan seseorang, penting membedakan fakta terverifikasi dari dugaan.
Informasi pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan penanganan kejadian juga perlu dibatasi agar tidak menimbulkan spekulasi atau mengganggu privasi korban dan keluarganya.
Keterangan Petugas dan Perkembangan Kasus
Informasi mengenai penemuan dan evakuasi korban bersumber dari keterangan Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang yang dikutip media.
Sementara itu, belum tersedia keterangan kepolisian yang cukup dalam sumber yang dirujuk untuk menyimpulkan apakah penyelidikan khusus dilakukan atau ada dugaan tindak pidana.
Perkembangan kondisi korban dan penjelasan penyebab kejadian perlu menunggu informasi lanjutan dari pihak berwenang atau fasilitas kesehatan.
Baca juga: Sungai Kotor dan TPS Liar Jadi Sorotan, Sejauh Mana Pengawasan Lingkungan Kota Malang?
Pembaruan berita sebaiknya mencantumkan waktu keterangan, identitas narasumber, serta hal-hal yang belum terkonfirmasi.
Pendekatan tersebut membantu pembaca memperoleh informasi akurat tanpa mencampurkan fakta dengan asumsi.












