Breaking

Wakil Bupati Malang Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Lewat UMKM dan Koperasi Digital

jed timo

22 September 2026

Wakil Bupati Malang Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Lewat UMKM dan Koperasi Digital
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi berbasis digital.

malangcozycom – Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi berbasis digital.

Hal itu disampaikan saat dirinya membuka sekaligus menjadi narasumber Semiloka Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui UMKM dan Koperasi Berbasis Digital di Aula MA Al-Hidayah, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Harakah Majelis Taklim (HMT) Jawa Timur dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Perempuan Didorong Perkuat Kemandirian Ekonomi

Dalam kegiatan tersebut, Lathifah menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas di bidang keagamaan.

Menurutnya, aspek ekonomi juga perlu mendapatkan perhatian agar perempuan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan aktivitas produktif.

Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha.

Pemanfaatan platform digital dapat digunakan untuk memperluas pemasaran produk sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada pasar yang lebih luas.

Selain pemasaran, teknologi juga dapat mendukung pengembangan usaha melalui akses informasi, komunikasi dengan konsumen, serta pengelolaan aktivitas bisnis.

Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu hal yang relevan bagi pelaku UMKM di tengah perubahan pola ekonomi.

Lathifah mendorong agar potensi yang dimiliki perempuan dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat berjalan melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan.

Baca juga: Bupati Malang Salurkan Bantuan dan Cek Layanan Kesehatan Gratis di Jambuwer

UMKM dan Koperasi Berbasis Digital Jadi Pembahasan

Semiloka yang digelar di Karangploso tersebut secara khusus membahas pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM dan koperasi berbasis digital.

Peserta memperoleh wawasan mengenai pengembangan usaha sekaligus pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan ekonomi.

Penguatan UMKM menjadi salah satu pembahasan penting karena sektor tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi yang dimiliki.

Sementara itu, koperasi dapat menjadi wadah penguatan kegiatan ekonomi masyarakat secara bersama-sama.

Dalam konteks digitalisasi, pelaku usaha perlu memahami cara memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan.

Penggunaan teknologi tidak hanya berkaitan dengan penjualan melalui internet, tetapi juga bagaimana pelaku usaha membangun komunikasi, mengenalkan produk, dan mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.

Melalui kegiatan semiloka, peserta juga diajak melihat peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi digital.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan sesuai karakteristik usaha dan kemampuan masing-masing.

HMT Jawa Timur Sesuaikan Program dengan Kebutuhan Masyarakat

Selain membahas ekonomi perempuan, Lathifah juga menjelaskan peran HMT Jawa Timur dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Organisasi tersebut didirikan pada akhir 2019 dan terus menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan ilmu keagamaan, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Lathifah, keberadaan organisasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Artinya, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada satu bidang, tetapi juga dapat merespons kebutuhan yang berkembang, termasuk penguatan kapasitas ekonomi perempuan.

Semiloka pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan unsur organisasi, pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat jaringan pemberdayaan.

Pesantren dan Pemerintah Ikut Mendukung

Kegiatan berlangsung di Aula MA Al-Hidayah Karangploso yang berada dalam lingkungan pondok pesantren.

Lathifah menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Ponpes Al-Hidayah karena telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap pondok pesantren tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Keberadaan pesantren juga dapat menjadi bagian dari ruang pengembangan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pengasuh Ponpes Al-Hidayah Karangploso, Pembina HMT Jawa Timur beserta jajaran, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Malang, serta anggota HMT Jawa Timur.

Semiloka diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai pemberdayaan perempuan melalui penguatan UMKM dan koperasi berbasis digital.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan adanya ruang koordinasi antara program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Malang yang turut hadir menjadi bagian dari keterlibatan pemerintah dalam pembahasan penguatan UMKM dan koperasi.

Digitalisasi Buka Peluang Pengembangan Usaha

Pemanfaatan teknologi digital memberikan perubahan terhadap cara pelaku UMKM menjalankan kegiatan usaha.

Perempuan yang memiliki produk atau keterampilan tertentu dapat memanfaatkan saluran digital untuk mengenalkan produk dan menjangkau konsumen di luar lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, pemanfaatan teknologi tetap membutuhkan peningkatan kapasitas.

Pelaku usaha perlu memahami cara menggunakan sarana digital secara tepat, mulai dari mengenalkan produk hingga menjaga keberlanjutan usaha.

Semiloka di Karangploso menjadi salah satu ruang untuk memberikan pemahaman tersebut kepada masyarakat.

Penguatan pengetahuan diharapkan dapat membantu perempuan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki secara lebih terarah.

Dorongan Wakil Bupati Malang tersebut menempatkan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian dari pengembangan kapasitas masyarakat.

Melalui UMKM, koperasi, dan pemanfaatan teknologi digital, perempuan memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan produktif sesuai potensi yang dimiliki.

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan dan keagamaan, serta pelaku usaha.

Baca juga: Bupati Malang Terima Tim BPK RI, Pengelolaan Keuangan Daerah Jadi Sorotan

Dengan penguatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi yang sesuai kebutuhan, pengembangan UMKM dan koperasi berbasis digital dapat terus menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Malang.

Leave a Comment