Breaking

Kota Malang Ingin Wisatawan Betah 3–4 Hari, Ini Strategi Pemkot dan PHRI

jed timo

21 September 2026

Kota Malang Ingin Wisatawan Betah 3–4 Hari, Ini Strategi Pemkot dan PHRI
Pemerintah Kota Malang terus mendorong pengembangan sektor pariwisata agar wisatawan tidak hanya datang untuk singgah, tetapi memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.

malangcozycom – Pemerintah Kota Malang terus mendorong pengembangan sektor pariwisata agar wisatawan tidak hanya datang untuk singgah, tetapi memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.

Upaya tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah bersama pelaku usaha pariwisata karena rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Malang masih sekitar 1,3 hari.

Kondisi tersebut dibahas dalam Temu Mitra Pariwisata 2026 yang digelar Pemerintah Kota Malang di Aula Lantai 4 Mini Block Office Balai Kota Malang, Rabu (16/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha pariwisata, khususnya sektor perhotelan dan restoran.

Rata-Rata Lama Tinggal Wisatawan Masih 1,3 Hari

Pemerintah Kota Malang melihat lama tinggal sebagai salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam Temu Mitra Pariwisata 2026, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Malang masih sekitar 1,3 hari.

Angka tersebut menjadi perhatian karena pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan.

Wisatawan juga membutuhkan pilihan aktivitas dan daya tarik yang cukup agar memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal.

Sebelumnya, data BPS Kota Malang yang dirilis pada September 2026 mencatat jumlah wisatawan nusantara yang menjadikan Kota Malang sebagai tujuan perjalanan mencapai 935 ribu kunjungan pada Juli 2026.

Jumlah itu meningkat 3,09 persen dibandingkan Juni 2026 dan tumbuh 3,89 persen dibandingkan Juli 2025.

Dari sisi akomodasi, tingkat penghunian kamar hotel di Kota Malang pada Juli 2026 tercatat 48,01 persen.

Sementara tingkat penghunian kamar hotel bintang mencapai 60,22 persen.

Baca juga: Wisata Heritage Malang, Ini Tempat Menarik untuk Menyusuri Jejak Sejarah Kota

Wisata Malang Tak Hanya Mengandalkan Destinasi

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa perkembangan pariwisata Kota Malang tidak hanya bertumpu pada destinasi wisata.

Potensi tersebut juga didukung sektor heritage, ekonomi kreatif, seni dan budaya, kuliner, event, serta posisi Kota Malang sebagai kota pendidikan.

Keragaman sektor tersebut membuat pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan hanya dengan menambah atau mempromosikan destinasi.

Pengalaman wisatawan selama berada di Kota Malang juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Pemerintah menilai pelaku usaha memiliki peran dalam menentukan kualitas pengalaman tersebut.

Hotel, restoran, rumah makan, kafe, dan usaha penyedia makanan dan minuman menjadi bagian dari ekosistem yang berhubungan langsung dengan wisatawan.

Kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, kenyamanan, produk, serta inovasi menjadi sejumlah aspek yang turut menentukan pengalaman wisatawan ketika berada di Kota Malang.

Pemkot Perkuat Kolaborasi dengan Pelaku Usaha

Temu Mitra Pariwisata 2026 menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Pemerintah membutuhkan informasi mengenai kondisi dan tren usaha di lapangan, sedangkan pelaku usaha perlu memahami arah pembangunan serta kebijakan pemerintah daerah.

Selain sektor perhotelan dan restoran, pengembangan jejaring juga diarahkan untuk menghubungkan destinasi, transportasi, ekonomi kreatif, serta sektor pendukung lainnya.

Keterhubungan tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Pemerintah Kota Malang juga menempatkan legalitas dan ketersediaan data sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata.

Data kunjungan, khususnya yang berkaitan dengan akomodasi, dibutuhkan sebagai dasar penyusunan program, kebijakan, dan evaluasi pembangunan.

Targetnya Bukan Sekadar Menambah Jumlah Kunjungan

Arah pengembangan pariwisata Kota Malang tidak hanya mengejar peningkatan jumlah wisatawan.

Pemerintah juga menekankan kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta keberlanjutan kawasan.

Dengan pilihan aktivitas yang lebih beragam, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak alasan untuk menghabiskan waktu di Kota Malang.

Potensi heritage, kuliner, seni budaya, ekonomi kreatif, event, dan wisata pendidikan dapat menjadi bagian dari rangkaian pengalaman tersebut.

Penguatan jaringan antara hotel, restoran, destinasi, transportasi, dan pelaku ekonomi kreatif juga menjadi penting.

Wisatawan yang tinggal lebih lama berpeluang menggunakan lebih banyak layanan pariwisata sehingga manfaat ekonomi dapat menyebar ke berbagai sektor.

Di sisi lain, pengembangan pariwisata tetap perlu memperhatikan lingkungan, ketertiban, karakter kawasan, serta kenyamanan masyarakat.

Baca juga: Wisata Alam Malang, Ini Pilihan Air Terjun dan Destinasi Sejuk untuk Liburan

Dengan demikian, peningkatan aktivitas wisata dapat berjalan seiring dengan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Malang berupaya membangun pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan untuk datang, tetapi juga menyediakan pengalaman yang membuat mereka memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal.

Leave a Comment