Breaking

Bupati Sanusi Perkuat Sinergi Kepala Desa, Ini Fokus Pembangunan Kabupaten Malang

jed timo

17 September 2026

Bupati Sanusi Perkuat Sinergi Kepala Desa, Ini Fokus Pembangunan Kabupaten Malang
pala Bappeda, seluruh camat, kepala desa, serta kepala organisasi perangkat daerah.

malangcozycom – pala Bappeda, seluruh camat, kepala desa, serta kepala organisasi perangkat daerah.

Menurut Pemerintah Kabupaten Malang, forum tersebut menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan menyatukan langkah antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa.

Koordinasi diperlukan agar pelaksanaan pembangunan di tingkat desa tetap selaras dengan arah pembangunan daerah.

Sanusi menekankan bahwa setiap desa memiliki karakteristik, persoalan, sumber daya, serta potensi yang berbeda.

Karena itu, pembangunan desa perlu berangkat dari data dan kondisi nyata masyarakat.

Ia juga menilai desa tidak seharusnya hanya menjadi objek pembangunan.

Pemerintah desa perlu menjadi subjek yang mampu mengenali persoalan sekaligus mengembangkan potensi wilayahnya.

Baca juga: Pj Sekda Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Kemiskinan dan Stunting Jadi Perhatian

Salah satu agenda yang dibahas adalah pemutakhiran data kemiskinan dan percepatan penanganan stunting.

Sanusi meminta kepala desa memahami kondisi masyarakat secara lebih rinci sehingga program intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.

Data kemiskinan, menurut Pemkab Malang, perlu diperbarui secara akurat. Penanganan kemiskinan juga tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan.

Pemerintah desa didorong membantu masyarakat meningkatkan kemampuan ekonomi agar dapat keluar dari kondisi kemiskinan.

Sementara untuk stunting, penanganan diarahkan secara terpadu dan berkelanjutan.

Perhatian mencakup calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, kondisi keluarga, hingga sanitasi lingkungan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pembangunan desa tidak berdiri sendiri.

Data sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kondisi lingkungan perlu diperhatikan secara bersama agar kebijakan yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Pengangguran dan Potensi Ekonomi Desa

Persoalan pengangguran juga masuk dalam pembahasan rapat.

Pemerintah desa didorong memetakan potensi tenaga kerja, keterampilan masyarakat, kebutuhan dunia usaha, serta peluang ekonomi yang tersedia di wilayah masing-masing.

Sektor yang dapat dikembangkan mencakup UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan bidang produktif lainnya.

Pengembangan potensi lokal diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Sanusi mengingatkan agar generasi muda desa memiliki peluang ekonomi di wilayah tempat tinggalnya.

Dengan pemetaan potensi yang lebih jelas, desa dapat mengarahkan program pemberdayaan sesuai karakteristik dan sumber daya yang tersedia.

Selain itu, perangkat daerah teknis diminta tidak hanya membawa program ke desa.

Mereka juga perlu mendengarkan kebutuhan pemerintah desa dan membantu mengembangkan potensi yang sudah dimiliki.

Desa Didorong Melahirkan Inovasi

Inovasi menjadi bagian lain yang mendapat perhatian dalam rapat koordinasi.

Pemkab Malang mendorong setiap desa memiliki inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Inovasi tersebut tidak harus selalu menggunakan teknologi mahal.

Pemerintah daerah membuka ruang bagi inovasi dalam pelayanan masyarakat, pengembangan UMKM, pengelolaan sampah, administrasi desa, pengembangan wisata, peningkatan pendapatan asli desa, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sanusi berharap setiap desa setidaknya mempunyai satu inovasi unggulan yang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat.

Dengan demikian, inovasi tidak berhenti sebagai gagasan atau program di atas kertas, tetapi dapat dirasakan masyarakat.

Kebersihan dan Eco Office di Lingkungan Desa

Selain persoalan sosial dan ekonomi, kebersihan serta pengelolaan lingkungan juga menjadi agenda pembangunan desa.

Kepala desa diminta menggerakkan perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, RT dan RW, PKK, Karang Taruna, kader lingkungan, sekolah, dunia usaha, serta masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan.

Pemkab Malang juga mendorong implementasi Eco Office dimulai dari kantor desa.

Konsep tersebut dapat diterapkan melalui pengurangan penggunaan kertas yang tidak diperlukan, penghematan listrik dan air, pemilahan sampah, penghijauan, serta penataan ruang pelayanan.

Anggaran Desa Harus Memberi Manfaat

Dalam rapat tersebut, Sanusi turut mengingatkan agar penggunaan anggaran desa berorientasi pada manfaat dan hasil nyata bagi masyarakat. Setiap program perlu memiliki hubungan yang jelas dengan prioritas pembangunan nasional maupun daerah.

Koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa diharapkan membuat pelaksanaan pembangunan lebih terarah.

Pemerintah Kabupaten Malang menempatkan desa sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi lokal, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta menjaga lingkungan.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, pemerintah desa diharapkan mampu memanfaatkan data, potensi lokal, inovasi, dan anggaran secara lebih efektif.

Baca juga: Pemkot Malang Dorong Penyaluran BLT DBHCHT 2026 Tepat Sasaran, Ini Sasarannya

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun desa yang mandiri, inovatif, bersih, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Evaluasi berkala juga diperlukan agar program desa dapat disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan tetap menghasilkan manfaat yang terukur bagi warga setempat.

Leave a Comment