malangcozycom – Sebuah pohon flamboyan berukuran besar tumbang di Jalan Temenggung Suryo, Kota Malang, pada Selasa pagi, 3 November 2026.
Peristiwa tersebut sempat menghambat arus lalu lintas karena batang pohon melintang dan menutup sebagian akses jalan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bersama sejumlah petugas gabungan langsung melakukan evakuasi.
Penanganan dilakukan dengan memotong batang pohon, membersihkan ranting, serta mengatur kendaraan yang melintas agar tidak terjadi kepadatan berkepanjangan.
Kejadian ini kembali menjadi perhatian terhadap kondisi pepohonan berukuran besar di kawasan perkotaan, terutama ketika memasuki periode cuaca yang berpotensi disertai hujan dan angin kencang.
Pohon Berdiameter 80 Sentimeter Tumbang pada Pagi Hari
Pohon yang tumbang merupakan jenis flamboyan dengan diameter batang sekitar 80 sentimeter dan tinggi mencapai 15 meter.
Berdasarkan keterangan Pengawas Lapangan DLH Kota Malang, Muhammad Khoirul, laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 07.45 WIB.
Kondisi pohon diduga sudah tua dan mengalami pelapukan hingga bagian akar.
Baca juga: Longsor Kabupaten Malang Capai 75 Kejadian dalam 10 Bulan, Pujon Jadi Wilayah Paling Rawan
Karakteristik perakaran flamboyan yang dinilai kurang kuat juga disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko pohon tersebut tumbang.
Ukuran pohon yang cukup besar membuat proses penanganan membutuhkan tenaga dan peralatan khusus.
Petugas harus memastikan batang serta ranting yang melintang dapat dipindahkan tanpa membahayakan pengguna jalan maupun personel di lokasi.
21 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi
Penanganan pohon tumbang melibatkan 21 personel gabungan dari beberapa instansi.
Sebanyak 10 personel berasal dari DLH Kota Malang, lima personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, dan enam personel dari Dinas Perhubungan (Dishub).
Selain itu, Babinsa dan anggota Polsek Blimbing turut membantu mengamankan situasi serta mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi.
Evakuasi batang utama pohon berlangsung sekitar 25 menit.
Setelah bagian yang menghalangi jalan berhasil ditangani, petugas melanjutkan pemotongan sisa batang dan ranting yang berserakan.
Proses pembersihan dilakukan agar tidak ada material pohon yang tertinggal dan berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Potongan pohon selanjutnya dibawa ke gudang DLH untuk penanganan lebih lanjut.
Akses Jalan Kembali Ditangani Petugas
Pohon yang melintang sempat menghambat perjalanan kendaraan selama proses evakuasi.
Kehadiran petugas Dishub dan kepolisian membantu mengatur pergerakan kendaraan agar situasi lalu lintas tetap terkendali.
Hingga pukul 09.55 WIB, petugas DLH masih melakukan pembersihan material pohon di sekitar lokasi.
Penanganan lanjutan tersebut diperlukan untuk memastikan batang dan ranting tidak lagi mengganggu jalan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan pohon di kawasan perkotaan perlu dilakukan secara berkala.
Pemeriksaan kondisi batang, cabang, dan akar dapat membantu mengidentifikasi pohon yang berpotensi tumbang sebelum menimbulkan gangguan.
Pemeriksaan Pohon Perlu Menjadi Perhatian
Pohon berukuran besar memberikan manfaat bagi lingkungan perkotaan, mulai dari menyediakan keteduhan hingga membantu menjaga kualitas udara.
Namun, kondisi pohon yang sudah tua, lapuk, atau memiliki perakaran lemah perlu mendapatkan perhatian khusus.
Pemeriksaan rutin dan pemangkasan bagian yang berisiko dapat menjadi langkah pencegahan.
Baca juga: Pemadaman TPA Supit Urang Berubah Strategi, Petugas Fokus Cari Bara Api Tersembunyi
Masyarakat juga dapat melaporkan kepada instansi terkait apabila menemukan pohon dengan kondisi miring, batang berlubang, atau akar yang mulai terangkat.
Dengan pemantauan dan penanganan yang tepat, risiko pohon tumbang dapat ditekan sehingga keselamatan warga dan kelancaran lalu lintas di Kota Malang lebih terjaga.












