Breaking

Bara Api TPA Supit Urang Masih Tertanam hingga Kedalaman 3 Meter, Pemadaman Terus Dilakukan

jed timo

3 November 2026

Bara Api TPA Supit Urang Masih Tertanam hingga Kedalaman 3 Meter, Pemadaman Terus Dilakukan
Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, masih menyisakan bara api di dalam timbunan sampah.

malangcozycom – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, masih menyisakan bara api di dalam timbunan sampah.

Pada Selasa, 3 November 2026, petugas melaporkan bara ditemukan hingga kedalaman hampir tiga meter.

Kondisi ini membuat pemadaman belum selesai meski kobaran di permukaan tidak lagi terlihat.

Petugas harus menggali dan mengurai sampah untuk menemukan sumber panas tersembunyi.

Proses tersebut dilakukan agar bara dapat dijangkau, didinginkan, dan tidak kembali menyala.

Penanganan juga memperhatikan kepulan asap yang masih muncul di beberapa bagian area TPA.

Bara Api Tertanam di Dalam Timbunan

Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, menyebut hasil pemeriksaan lapangan menemukan bara pada kedalaman hampir tiga meter.

Menurut keterangannya, asap tebal yang masih terlihat di kawasan tengah dan timur menjadi indikasi bahwa panas masih tersimpan di bawah permukaan.

Sisi barat TPA menunjukkan perkembangan lebih baik. Sekitar 98 persen area sisi barat, dari utara hingga selatan, dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Baca juga: Bencana Terjadi di Sejumlah Wilayah Kabupaten Malang

Penanganan di kawasan tengah dan timur masih menjadi konsentrasi karena sejumlah titik terus mengeluarkan asap.

Temuan bara di lapisan bawah memperlihatkan bahwa api pada timbunan sampah tidak selalu dapat dipastikan padam hanya dari kondisi permukaan.

Karena itu, pemeriksaan dan pendinginan tetap diperlukan setelah kobaran terlihat berkurang.

DLH Mengurai Sampah, Damkar Melakukan Pendinginan

Penanganan dilakukan dengan pembagian tugas antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan petugas pemadam kebakaran.

DLH menggali serta mengurai tumpukan sampah pada titik yang diperkirakan menyimpan bara.

Setelah bagian dalam terbuka, petugas Damkar menyemprotkan air untuk mematikan sumber panas.

Pola kerja tersebut membantu air mencapai lapisan yang sebelumnya tertutup material sampah.

Penguraian juga memungkinkan petugas memeriksa bagian timbunan yang masih mengeluarkan asap, lalu melanjutkan pembasahan pada titik yang ditemukan panas.

Petugas memusatkan upaya di kawasan tengah. Di sisi utara, tim juga berusaha menekan kepulan asap agar tidak bergerak menuju permukiman warga.

Upaya ini menjadi bagian dari penanganan dampak kebakaran, selain memastikan bara di dalam timbunan terkendali.

Akses dan Asap Menjadi Tantangan

Prayitno menyampaikan bahwa akses menuju beberapa titik kebakaran belum sepenuhnya mendukung pergerakan kendaraan pemadam.

Pada salah satu upaya, petugas perlu mengubah jalur masuk karena asap tebal menghambat akses dari sisi selatan.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan keselamatan personel sekaligus memperlambat jangkauan menuju titik penanganan.

Satpol PP mengusulkan penataan dan perluasan akses jalan di sisi utara, tengah, dan selatan TPA kepada perangkat daerah terkait.

Akses yang lebih baik diharapkan memudahkan kendaraan dan peralatan pemadam mencapai lokasi dari beberapa arah.

Namun, usulan tersebut merupakan langkah pembenahan ke depan, bukan keterangan bahwa jalur tambahan telah tersedia.

Pemantauan Berlanjut untuk Mencegah Api Muncul Kembali

Pemadaman di TPA Supit Urang masih berfokus pada penguraian, penyiraman, serta pemantauan titik yang berasap.

Petugas perlu memastikan bara yang tersisa tidak memicu api kembali, terutama ketika timbunan dibuka atau kondisi angin berubah.

Warga di sekitar TPA diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas.

Masyarakat juga sebaiknya menghindari area operasi agar tidak mengganggu pekerjaan dan tetap menjaga keselamatan.

Baca juga: Kebakaran TPA Supit Urang, Ketua DPRD Kota Malang Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keamanan

Perkembangan penanganan dapat berubah sesuai hasil pemeriksaan lapangan.

Karena itu, kondisi tiap zona perlu merujuk pada pembaruan petugas, bukan hanya pada berkurangnya api yang terlihat dari luar.

Leave a Comment