Breaking

Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos, Bagaimana Arah Tim Singo Edan Selanjutnya?

jed timo

24 October 2026

Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos, Bagaimana Arah Tim Singo Edan Selanjutnya?
Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos pada Jumat, 23 Oktober 2026.

malangcozycom – Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah tim berjuluk Singo Edan melewati lima pertandingan tanpa kemenangan di kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta menjadi salah satu faktor penting dalam evaluasi manajemen terhadap performa tim.

Sebagai langkah awal setelah berakhirnya kerja sama tersebut, manajemen Arema FC menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim.

Penunjukan ini dilakukan agar persiapan menghadapi pertandingan berikutnya tetap berjalan, sementara proses pencarian pelatih kepala definitif masih berlangsung.

Pergantian pelatih menjadi momentum penting bagi Arema FC untuk mengevaluasi performa, memperbaiki koordinasi tim, dan memulihkan kepercayaan diri pemain di tengah kompetisi yang masih berjalan.

Lima Pertandingan Tanpa Kemenangan Jadi Dasar Evaluasi

Manajemen Arema FC mengambil keputusan setelah melakukan evaluasi terhadap hasil pertandingan pada musim 2026/2027.

Dalam lima laga terakhir sebelum keputusan diumumkan, Singo Edan mencatatkan tiga hasil imbang dan dua kekalahan.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Arema FC belum mampu kembali ke jalur kemenangan.

Situasi semakin sulit setelah mereka kalah 1-5 ketika menghadapi Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026.

Kekalahan itu menjadi pukulan bagi tim, terutama karena Arema FC harus segera mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya.

Manajemen menilai perubahan diperlukan untuk memberikan penyegaran dalam pendekatan taktik dan dinamika tim.

Baca juga: Uji Coba MBG dengan Sistem Prasmanan di SMPN 1 Kepanjen, Penyajian Disebut Lebih Cepat

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui pertimbangan profesional.

Menurut manajemen, evaluasi terhadap pelatih tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan, tetapi juga mencakup aspek teknis, nonteknis, psikologis, dan kondisi internal tim.

Marcos Santos sendiri sebelumnya dipercaya melanjutkan tugas sebagai pelatih kepala untuk musim keduanya bersama Arema FC.

Keputusan mengakhiri kerja sama ini sekaligus menandai perubahan arah kepelatihan di tengah perjalanan kompetisi.

Andre Caldas Dipercaya Menjadi Pelatih Interim

Setelah mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos, manajemen Arema FC menunjuk Andre Caldas untuk memimpin tim selama masa transisi.

Andre dipercaya menangani sesi latihan dan mendampingi pemain dari pinggir lapangan hingga pelatih kepala definitif ditetapkan.

Penunjukan tersebut mempertimbangkan pengalaman Andre bersama tim serta kualifikasi kepelatihan yang dimilikinya.

Ia disebut memiliki lisensi A Pro dan sudah berinteraksi secara intensif dengan para pemain Arema FC.

Kedekatan dengan skuad menjadi salah satu faktor penting dalam proses transisi.

Andre dinilai memahami situasi internal tim sehingga diharapkan mampu menjaga kesinambungan persiapan tanpa memerlukan waktu adaptasi yang terlalu panjang.

Manajemen juga perlu memastikan bahwa pergantian pelatih tidak mengganggu agenda latihan dan kesiapan pemain.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi antara pelatih, pemain, dan staf pendukung menjadi bagian penting untuk menjaga fokus tim.

Meski demikian, penunjukan pelatih interim tidak otomatis menjamin perubahan hasil pertandingan.

Perbaikan performa tetap bergantung pada penerapan strategi, kondisi pemain, konsistensi permainan, serta kemampuan tim menghadapi tekanan kompetisi.

Laga Kontra Dewa United Jadi Ujian Berikutnya

Tantangan pertama dalam masa transisi kepelatihan adalah pertandingan kandang melawan Dewa United yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Jadwal tersebut membuat Arema FC harus bergerak cepat dalam mempersiapkan tim.

Waktu yang tersedia untuk melakukan penyesuaian relatif terbatas, sehingga Andre Caldas perlu menjaga efektivitas latihan sekaligus memastikan pemain siap menjalankan instruksi pertandingan.

Setelah mengalami kekalahan telak dari Persija Jakarta, Arema FC membutuhkan respons positif.

Selain membenahi organisasi permainan, tim juga perlu menjaga konsentrasi dan kepercayaan diri agar kesalahan yang merugikan tidak kembali terulang.

Dukungan Aremania turut menjadi bagian penting dalam perjalanan klub.

Namun, harapan suporter perlu dijawab melalui kerja nyata di lapangan, baik dari segi kedisiplinan, semangat bertanding, maupun kemampuan memanfaatkan peluang.

Pertandingan melawan Dewa United dapat menjadi kesempatan bagi tim untuk menunjukkan respons awal terhadap perubahan di jajaran kepelatihan.

Hasilnya juga akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat perkembangan tim di bawah arahan Andre.

Manajemen Masih Mencari Pelatih Kepala Definitif

Di tengah penunjukan Andre Caldas sebagai pelatih interim, manajemen Arema FC masih memproses pencarian pelatih kepala definitif.

Sosok pengganti Marcos Santos diharapkan memiliki kemampuan untuk membangun kembali konsistensi permainan dan membawa Singo Edan bersaing lebih baik di kompetisi musim 2026/2027.

Penentuan pelatih baru menjadi keputusan strategis karena berkaitan dengan arah permainan, program latihan, dan pengembangan tim dalam jangka panjang.

Manajemen perlu mempertimbangkan kecocokan filosofi permainan, pengalaman, kemampuan mengelola pemain, serta kebutuhan klub.

Selain mencari figur yang tepat, Arema FC perlu mengevaluasi persoalan yang membuat tim melewati lima pertandingan tanpa kemenangan.

Evaluasi menyeluruh dapat membantu klub menentukan aspek yang perlu diperbaiki, bukan hanya mengganti sosok di kursi pelatih.

Manajemen juga memastikan penyelesaian administrasi serta pemenuhan hak kontrak Marcos Santos dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Klub menyampaikan apresiasi atas dedikasi sang pelatih selama menangani tim.

Baca juga: Kebakaran TPA Supit Urang Meluas hingga 8 Hektare, Pemkot Malang Siapkan Metode Pemadaman Khusus

Bagi Arema FC, pergantian pelatih menjadi titik penting untuk memulai pembenahan.

Tantangan selanjutnya adalah mengubah evaluasi menjadi perbaikan nyata, menjaga stabilitas ruang ganti, dan mengembalikan kepercayaan pendukung melalui performa yang lebih konsisten.

Leave a Comment