malangcozycom – Air Sungai Brantas di Kota Malang sempat berubah menjadi ungu gelap pada Minggu, 27 September 2026.
Fenomena yang terjadi di sekitar Jembatan Mergosono Gang 5, wilayah Bumiayu, Kedungkandang, itu terekam warga dan kemudian beredar di media sosial.
Perubahan warna tersebut berlangsung sekitar satu jam.
Warga melihat air mulai berubah sekitar pukul 11.30 WIB dan kembali seperti semula sekitar pukul 12.30 WIB.
Karena sungai masih dimanfaatkan sebagian warga untuk aktivitas sehari-hari, kondisi itu memunculkan kekhawatiran dan mendorong pemeriksaan lebih lanjut.
Perubahan Warna Terjadi di Titik Tertentu
Menurut keterangan warga yang melihat kejadian, warna ungu gelap tidak terlihat di seluruh aliran Sungai Brantas.
Perubahan justru terkonsentrasi di sekitar titik yang terekam dalam video.
Warga juga menyebut fenomena tersebut baru pertama kali mereka lihat di lokasi itu.
Kekhawatiran kemudian muncul karena masyarakat belum mengetahui material yang menyebabkan perubahan warna air.
Sebagian warga bantaran sungai masih memanfaatkan aliran tersebut untuk mandi, mencuci pakaian, hingga memancing.
Baca juga: Titik Parkir di Kota Malang Disorot DPRD, Ini Persoalan yang Dipertanyakan
Karena itu, perubahan warna air secara mendadak dianggap perlu mendapat penjelasan melalui pemeriksaan resmi, bukan hanya berdasarkan dugaan yang beredar di media sosial.
Jasa Tirta dan DLH Turun ke Lokasi
Perum Jasa Tirta I selaku pengelola kawasan Daerah Aliran Sungai Brantas merespons laporan tersebut dengan menerjunkan tim ke lokasi.
Pemeriksaan juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dan unsur Muspika wilayah Mergosono.
Dalam pengecekan lapangan, kondisi air sudah kembali normal.
Petugas tidak lagi menemukan warna ungu pada aliran sungai dan tidak mencium bau menyengat di lokasi.
Jasa Tirta I kemudian mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian laboratorium.
Sampel tersebut diperlukan untuk mengetahui kandungan air sekaligus membantu memastikan penyebab perubahan warna yang terjadi sebelumnya.
Drainase Ditemukan, Penyebab Belum Dipastikan
Hasil peninjauan lapangan menemukan adanya saluran drainase yang bermuara ke Sungai Brantas di sekitar lokasi perubahan warna.
Temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang ditelusuri dalam proses penyelidikan.
Namun, keberadaan drainase tersebut belum dapat disebut sebagai sumber perubahan warna air.
Jasa Tirta I masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab fenomena tersebut.
Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Ivania Aestrianingsih, mengatakan hasil resmi nantinya akan dipublikasikan oleh DLH setelah seluruh pengujian selesai.
Sikap tersebut membuat penyebab perubahan warna masih belum dapat dipastikan.
Dugaan mengenai pencemaran atau limbah yang beredar di tengah masyarakat juga belum bisa dianggap sebagai fakta sebelum hasil pemeriksaan resmi tersedia.
Kondisi Sungai Kini Kembali Normal
Berdasarkan pengecekan terbaru, kondisi fisik air Sungai Brantas di lokasi sudah kembali seperti semula.
Tidak ditemukan lagi warna ungu gelap sebagaimana yang terlihat pada video warga.
Kondisi ini membuat pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada saat perubahan warna berlangsung.
Pemeriksaan juga dapat memberikan dasar bagi pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya jika ditemukan kandungan tertentu dalam sampel air.
Perubahan warna yang hanya berlangsung sekitar satu jam juga menjadi bagian dari informasi yang perlu diperhatikan.
Tim lapangan perlu mencocokkan kondisi saat kejadian dengan hasil sampel dan temuan saluran air di sekitar lokasi.
Warga Menunggu Kepastian Penyebab
Fenomena Sungai Brantas berubah warna menjadi ungu gelap menunjukkan pentingnya respons cepat ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Rekaman warga dapat menjadi informasi awal, tetapi kepastian mengenai penyebab tetap membutuhkan pemeriksaan lapangan dan analisis laboratorium.
Masyarakat sekitar juga perlu mendapatkan informasi yang jelas setelah hasil pemeriksaan selesai.
Penjelasan resmi penting agar warga tidak hanya mengandalkan dugaan yang berkembang di media sosial.
Sampai 30 September 2026, hasil laboratorium mengenai sampel air tersebut belum dipublikasikan.
Karena itu, belum ada dasar untuk menyatakan perubahan warna disebabkan limbah tertentu maupun material tertentu.
Jasa Tirta I dan DLH masih menunggu seluruh proses pengujian sebelum memberikan penjelasan.
Hasil laboratorium nantinya diharapkan dapat menjawab penyebab perubahan warna sekaligus memberikan informasi mengenai kondisi air Sungai Brantas di kawasan Mergosono.
Pemeriksaan juga penting untuk membedakan perubahan warna sementara dengan pencemaran yang memiliki dampak lebih luas.
Jika hasil laboratorium menunjukkan adanya kandungan tertentu, instansi terkait dapat menelusuri sumbernya berdasarkan kondisi lapangan.
Sebaliknya, apabila tidak ditemukan indikasi pencemaran, hasil tersebut dapat membantu memberikan kepastian kepada warga yang sempat khawatir terhadap keamanan lingkungan sungai dan aktivitas mereka.
Pemeriksaan yang terukur dan transparan juga diperlukan bagi masyarakat.
Baca juga: Kurir Sabu 1,1 Kg dari Jakarta ke Malang Ditangkap, Polres Malang Ungkap Kasusnya
Fenomena ini menjadi perhatian karena menyangkut sungai yang berada dekat dengan permukiman.
Kepastian berdasarkan data pemeriksaan diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi lingkungan di sekitar mereka.












