malangcozycom – Kontingen Indonesia menambah koleksi medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui sejumlah cabang olahraga, termasuk teqball dan soft tennis.
Pada hari pertama perebutan medali, Minggu (20/9/2026), Indonesia mengoleksi satu perak dan empat perunggu.
Raihan tersebut menjadi catatan awal perjalanan Merah Putih dalam ajang yang berlangsung di Jepang hingga 4 Oktober 2026.
Sumaya Sumbang Medali Perak dari Teqball
Medali perak Indonesia datang dari Sumaya yang tampil pada nomor tunggal putri teqball.
Atlet Indonesia itu menghadapi wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, dalam pertandingan final di Nagoya City Higashi Sports Center, Minggu.
Sumaya harus mengakui keunggulan lawannya setelah pertandingan berlangsung dalam tiga set. Ia kalah dengan skor 12-10, 8-12, dan 9-12.
Hasil tersebut sekaligus menjadi medali perak pertama Indonesia pada Asian Games 2026.
Teqball sendiri menjadi salah satu cabang olahraga baru dalam Asian Games Aichi-Nagoya.
Cabang ini memadukan unsur sepak bola dan tenis meja dengan menggunakan meja berbentuk melengkung.
Debutnya di Asian Games membuat raihan medali Indonesia melalui teqball menjadi salah satu catatan penting dalam kompetisi tahun ini.
Baca juga: Pandanajeng Culture Carnival Meriah, Potensi Wisata Budaya Kabupaten Malang Disorot
Teqball dan Soft Tennis Tambah Perunggu
Selain Sumaya, Indonesia memperoleh medali perunggu melalui Yoga Ardika Putra pada nomor tunggal putra teqball.
Yoga mendapatkan tempat ketiga setelah lawannya dari Kuwait tidak melanjutkan pertandingan perebutan medali perunggu.
Medali perunggu lainnya datang dari tim soft tennis beregu putra.
Tim Indonesia yang diperkuat Tio Hutauruk, Fernando Sanger, dan Bagus Pradewa terhenti di semifinal setelah kalah 0-2 dari Jepang.
Kekalahan tersebut tetap memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu dari nomor beregu putra.
Sebelumnya, Indonesia juga meraih perunggu melalui Seraf Naro Siregar dari wushu dan Leica Lubis dari karate.
Dengan tambahan medali tersebut, perolehan Indonesia pada akhir hari pertama mencapai satu perak dan empat perunggu.
Peluang Indonesia Masih Terbuka
Perjalanan kontingen Indonesia belum berhenti setelah raihan medali pada hari pertama.
Pada Senin (21/9/2026), atlet Indonesia dijadwalkan tampil di 15 cabang olahraga yang tersebar di sejumlah lokasi pertandingan.
Agenda tersebut mencakup wushu, soft tennis, karate, menembak, renang, bola basket, hingga hoki.
Sejumlah pertandingan juga berpotensi menghadirkan peluang tambahan bagi Indonesia, meski hasil akhir tetap bergantung pada performa atlet di arena.
Pada Senin pagi, Eugenia Diva Widodo kembali menyumbangkan medali perunggu dari nomor changquan putri wushu.
Ia mencatat nilai 9,706 dan menempati posisi ketiga. Hasil ini menambah koleksi medali Indonesia setelah perolehan satu perak dan empat perunggu pada hari pertama.
Cabang Baru Jadi Sorotan
Keikutsertaan teqball dalam Asian Games 2026 turut membuka perhatian terhadap perkembangan cabang olahraga tersebut di Indonesia.
Dua medali dari Yoga dan Sumaya menunjukkan bahwa cabang yang relatif baru di panggung Asian Games itu sudah memberikan kontribusi langsung bagi kontingen.
Raihan tersebut juga memperlihatkan keberagaman sumber medali Indonesia.
Selain cabang yang lebih dikenal seperti wushu dan karate, teqball serta soft tennis ikut menyumbang podium pada awal kompetisi.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 masih berlangsung cukup panjang.
Karena itu, perolehan medali Indonesia pada fase awal belum menggambarkan keseluruhan hasil kontingen. Para atlet masih memiliki kesempatan bertanding di berbagai nomor hingga penutupan kompetisi.
Bagi Indonesia, pertandingan berikutnya menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi performa sekaligus mengejar tambahan medali.
Kontingen Merah Putih mengirimkan 430 atlet yang tampil pada 35 cabang olahraga dalam Asian Games 2026.
Dengan banyaknya nomor yang masih dipertandingkan, perkembangan klasemen medali Indonesia akan terus berubah mengikuti hasil pertandingan setiap hari.
Perjuangan Berlanjut di Berbagai Cabor
Jadwal pertandingan pada hari kedua menunjukkan luasnya persaingan kontingen Indonesia.
Atlet Merah Putih turun di berbagai nomor dengan karakter pertandingan berbeda, sehingga setiap cabor memiliki tantangan tersendiri. Renang menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian karena beberapa atlet Indonesia dijadwalkan berlaga.
Di arena lain, tim Indonesia juga menjalani pertandingan bola voli, basket, sepak takraw, hoki lapangan, tenis meja, menembak, triathlon, dan cabang lainnya.
Kehadiran pada banyak nomor memberi kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman sekaligus memperbesar peluang memperoleh medali.
Bagi teqball, pencapaian Sumaya dan Yoga menjadi bagian dari sejarah awal cabang tersebut di Asian Games.
Prestasi itu dapat menjadi perhatian bagi pembinaan olahraga baru di Indonesia, dalam memperluas pilihan cabang yang dapat ditekuni atlet muda.
Sementara itu, soft tennis menunjukkan perannya setelah tim beregu putra mengamankan perunggu.
Hasil tersebut menambah variasi cabang penyumbang medali bagi Indonesia.
Baca juga: Alun-Alun Kepanjen Segera Dikembangkan, Ini Potensinya Jadi Ruang Publik Baru
Kompetisi Aichi-Nagoya terus berlangsung sampai 4 Oktober. Selama periode tersebut, kontingen Indonesia memiliki rangkaian pertandingan dan kesempatan untuk menambah koleksi medali dari berbagai cabor.














