Breaking

Kampung Klasik Tawarkan Potensi Lokal, Bersiap Masuk Kalender Wisata

jed timo

10 September 2026

Kampung Klasik Tawarkan Potensi Lokal, Bersiap Masuk Kalender Wisata
Kampung Klasik IV di RW XI Perumahan Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mulai mendapat perhatian sebagai kegiatan yang berpotensi memperkaya agenda wisata daerah.

malangcozycom – Kampung Klasik IV di RW XI Perumahan Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mulai mendapat perhatian sebagai kegiatan yang berpotensi memperkaya agenda wisata daerah.

Festival yang digerakkan masyarakat ini mengangkat sejarah, budaya, kreativitas, dan potensi lingkungan setempat.

Kampung Klasik Mulai Dilirik sebagai Potensi Wisata

Kampung Klasik IV dibuka Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan keempat dan berlangsung selama empat hari.

Warga mengemasnya sebagai ruang untuk menampilkan unsur budaya sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Pemerintah Kota Malang melihat festival berbasis warga seperti Kampung Klasik memiliki peluang menjadi daya tarik wisata.

Pemerintah sebelumnya juga mencatat Semar Tempo Doeloe di Arjosari dan Klampok Kasri Jaman Biyen di Kelurahan Gadingkasri sebagai contoh kegiatan masyarakat yang mengangkat karakter lokal.

Keberadaan festival semacam ini memberi pilihan pengalaman wisata yang berbeda.

Pengunjung dapat menemukan sajian makanan zaman dahulu, pakaian adat, hingga pertunjukan seni tradisional yang menjadi bagian dari kegiatan.

Potensi Lokal Jadi Kekuatan Utama

Kekuatan Kampung Klasik terletak pada cara warga mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka.

Sejarah lingkungan, budaya, kreativitas, dan berbagai potensi kampung menjadi bahan utama untuk membangun karakter kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, warga tidak hanya menjadi penonton.

Masyarakat menjadi penggerak kegiatan sekaligus pihak yang menentukan bagaimana identitas kampung ditampilkan.

Pola tersebut membuat festival memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kegiatan wisata yang dibangun tanpa keterlibatan komunitas lokal.

Wali Kota Malang menilai kreativitas masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan atraksi dengan ciri khas masing-masing.

Karena itu, keberadaan Kampung Klasik tidak semata dilihat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang warga untuk berkarya dan menjaga kekayaan budaya.

Baca juga: Bukan Cuma Jatim Park, Ini 5 Destinasi Wisata Menarik di Kota Batu

Konsep Wisata Berbasis Masyarakat

Penyelenggaraan Kampung Klasik menunjukkan bahwa pengembangan wisata dapat berangkat dari lingkungan permukiman.

Ketika warga terlibat langsung, kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai atraksi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan dan penguatan kebersamaan.

Pemkot Malang menilai festival yang digagas masyarakat berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Potensi tersebut dapat muncul melalui semakin dikenalnya kawasan, produk lokal, maupun aktivitas warga yang menjadi bagian dari festival.

Meski demikian, pengembangan sebagai kegiatan wisata tetap perlu menjaga karakter awal Kampung Klasik.

Unsur budaya yang ditampilkan perlu dipertahankan agar tidak kehilangan identitas ketika dikemas menjadi bagian dari promosi pariwisata.

Disiapkan Masuk Kalender Wisata

Rencana memasukkan Kampung Klasik IV ke dalam agenda wisata Kota Malang mendapat dorongan langsung dari Wali Kota Wahyu Hidayat.

Setelah membuka kegiatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata telah mengetahui penyelenggaraan festival dan agenda tersebut akan disusun sebagai bagian dari kalender wisata.

Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan juga menyampaikan dukungan terhadap konsep Kampung Klasik.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari agenda wisata Kota Malang.

Disporapar selanjutnya akan menyusun dan menata agenda wisata agar Kampung Klasik IV dapat terintegrasi dalam promosi pariwisata Kota Malang.

Artinya, masuknya kegiatan ini ke kalender wisata masih berada dalam tahap penataan agenda, bukan sekadar penetapan sebagai destinasi wisata baru.

Langkah tersebut penting karena sebuah agenda wisata membutuhkan pengelolaan yang jelas.

Konsistensi pelaksanaan, pengemasan kegiatan, serta promosi menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar acara dapat terus menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

Dampak bagi Ekonomi dan Promosi Daerah

Pemerintah Kota Malang melihat festival kampung berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Ketika sebuah kegiatan masuk dalam agenda wisata, keberadaannya memiliki peluang untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas melalui promosi pariwisata daerah.

Kampung Klasik juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan lokal yang selama ini tumbuh di lingkungan warga.

Makanan tradisional, pakaian adat, pertunjukan seni, dan kreativitas masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

Pengembangan Kampung Klasik ke Depan

Wali Kota Malang berharap Kampung Klasik tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan.

Ia mendorong agar kegiatan tersebut terus dijaga dan dikembangkan sebagai tradisi baik yang melibatkan warga serta generasi muda.

Pengembangan juga perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi.

Wahyu mengingatkan agar teknologi tidak hanya menjadi jalan masuk budaya luar, tetapi dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca juga: Pariwisata Kota Malang Menggeliat, Kunjungan Wisnus dan Okupansi Hotel Meningkat

Dengan dukungan warga dan penataan dari Disporapar, Kampung Klasik memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu agenda wisata berbasis masyarakat di Kota Malang.

Penguatan atraksi, konsistensi penyelenggaraan, promosi, serta keterlibatan generasi muda akan menjadi bagian penting dalam menjaga daya tariknya.

Leave a Comment