Breaking

2,6 Juta Wisatawan Sudah Kunjungi Kota Malang hingga Juli 2026

jed timo

2 September 2026

2,6 Juta Wisatawan Sudah Kunjungi Kota Malang hingga Juli 2026
Kota Malang mencatat perkembangan positif sektor pariwisata sepanjang 2026.

malangcozycom – Kota Malang mencatat perkembangan positif sektor pariwisata sepanjang 2026.

Hingga 31 Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 2,6 juta orang.

Capaian tersebut membuat Pemerintah Kota Malang optimistis target kunjungan hingga akhir tahun masih dapat dikejar.

Kunjungan Wisatawan Kota Malang Tembus 2,6 Juta hingga Juli 2026

Berdasarkan keterangan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, angka 2,6 juta merupakan jumlah kunjungan yang tercatat sampai 31 Juli 2026.

Sementara itu, target kunjungan wisatawan Kota Malang hingga Desember 2026 ditetapkan sebanyak 3,2 juta kunjungan.

Dengan demikian, Kota Malang masih membutuhkan sekitar 600 ribu kunjungan untuk mencapai target tersebut.

Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyebut wisatawan nusantara masih mendominasi.

Di sisi lain, terdapat tren peningkatan wisatawan mancanegara dibandingkan periode sebelumnya.

Sektor Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Kota Malang

Kunjungan wisatawan tidak hanya berkaitan dengan jumlah orang yang datang, tetapi juga aktivitas selama berada di Kota Malang.

Wisatawan yang menginap, makan, menggunakan transportasi, berbelanja, atau mengikuti kegiatan wisata menciptakan permintaan bagi berbagai pelaku usaha.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi hotel, restoran, pusat kuliner, pelaku UMKM, penyedia transportasi, hingga pengelola destinasi untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas wisatawan.

Karena itu, pertumbuhan kunjungan perlu diikuti pelayanan yang baik agar wisatawan mendapatkan pengalaman positif.

Bagi pelaku usaha, kondisi ini menjadi peluang untuk menyesuaikan produk, layanan, dan promosi dengan kebutuhan wisatawan.

Pemerintah juga perlu memastikan informasi destinasi mudah diakses agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik dan tetap nyaman.

Pemkot Malang juga melihat posisi kota sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di kawasan Malang Raya.

Disporapar menyebut wisatawan dapat menjadikan Kota Malang sebagai basis akomodasi ketika bepergian ke Batu, Kabupaten Malang, Bromo, maupun Tumpak Sewu.

Baca juga: Tak Sekadar Rayakan HUT RI, Perhutani KPH Malang Kenalkan Pesona Coban Putri

Beragam Destinasi Jadi Daya Tarik Wisatawan

Daya tarik Kota Malang tidak hanya berasal dari satu jenis destinasi.

Keragaman tersebut membuat wisatawan mempunyai berbagai alasan untuk berkunjung maupun menjadikan Kota Malang sebagai tempat persinggahan.

Posisi geografis Kota Malang juga memberikan keuntungan dalam konektivitas wisata Malang Raya.

Wisatawan dapat menggunakan kota sebagai titik akomodasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju destinasi lain.

Pola tersebut membuat dampak kunjungan tidak selalu terbatas pada objek wisata yang berada di dalam wilayah administratif Kota Malang.

Event dan Ekonomi Kreatif Ikut Mendongkrak Kunjungan

Selain destinasi, Pemkot Malang mendorong event sebagai bagian dari strategi meningkatkan kunjungan.

Kepala Disporapar menyebut sport tourism menjadi salah satu sektor yang berkembang dan dapat menarik peserta dari luar daerah.

Berbagai kegiatan olahraga, seperti lomba panahan dan kejuaraan karate, disebut turut menghadirkan peserta dari luar daerah.

Pemkot juga menjalankan gagasan 1.000 event sebagai bagian dari upaya menghidupkan aktivitas kota dan menarik pergerakan pengunjung.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan penggunaan sejumlah fasilitas milik daerah.

Strategi Pemkot Malang Mengejar Target 3,2 Juta Wisatawan

Sisa sekitar 600 ribu kunjungan menjadi target yang harus dikejar hingga Desember.

Disporapar menilai peluang tersebut masih terbuka, terutama karena agenda kegiatan dan sport tourism dapat mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

Pemkot juga berencana berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah mendorong hotel memberikan penawaran khusus bagi peserta atau pengunjung event, terutama ketika kegiatan berlangsung berdekatan dengan masa libur panjang.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan tidak hanya mengandalkan promosi destinasi.

Penguatan event, kemudahan penyelenggaraan kegiatan, serta kerja sama dengan sektor perhotelan menjadi bagian dari pendekatan untuk mempertahankan arus wisatawan.

Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Malang

Pertumbuhan kunjungan perlu dibarengi kesiapan pelayanan.

Semakin banyak wisatawan datang, semakin penting memastikan akomodasi, transportasi, kebersihan, informasi wisata, dan fasilitas publik mampu memberikan kenyamanan.

Tantangan lainnya adalah menjaga agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha lokal.

Pengembangan wisata juga perlu memperhatikan kapasitas destinasi dan kenyamanan masyarakat sehingga pertumbuhan kunjungan tidak hanya mengejar jumlah, tetapi turut mempertimbangkan kualitas pengalaman wisatawan.

Peluang Kunjungan Wisatawan hingga Akhir 2026

Dengan capaian 2,6 juta hingga akhir Juli, Kota Malang memiliki modal cukup kuat untuk mengejar target 3,2 juta kunjungan.

Namun, pencapaian akhir tetap bergantung pada perkembangan kunjungan pada bulan-bulan berikutnya.

Jika tambahan 600 ribu kunjungan dapat terpenuhi sampai Desember, target tahunan akan tercapai.

Pemerintah kini mengandalkan kombinasi destinasi, event, sport tourism, dan kolaborasi dengan pelaku usaha untuk menjaga momentum pariwisata Kota Malang hingga penghujung 2026.

Baca juga: Karnaval HUT RI Jadi Magnet Wisata, Pemkot Siapkan Pengelolaan Lebih Matang

Leave a Comment