malangcozycom – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Coban Putri, Kota Batu, tidak hanya menjadi agenda kebersamaan keluarga besar Perhutani KPH Malang.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata yang dikelola Perhutani bersama mitra.
Momentum HUT RI di Coban Putri
Kegiatan peringatan kemerdekaan digelar di kawasan wisata Coban Putri, Kota Batu, pada 27 Agustus 2026.
Jajaran Perhutani KPH Malang bersama keluarga mengikuti jalan sehat, berbagai perlombaan khas Agustusan, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Administratur KPH Malang Kelik Djatmiko menyampaikan bahwa kegiatan di Coban Putri juga menjadi ajang promosi.
Menurutnya, sejumlah wisata yang dikelola KPH Malang bersama mitra memiliki daya tarik bagi wisatawan.
Perhutani KPH Malang Kenalkan Potensi Coban Putri
Coban Putri bukan sekadar lokasi kegiatan internal.
Pemilihan kawasan ini menunjukkan bagaimana agenda peringatan kemerdekaan dapat berjalan bersamaan dengan pengenalan destinasi wisata.
Perhutani melihat kawasan wisata yang dikelolanya bersama mitra sebagai bagian dari potensi yang perlu dikenalkan kepada masyarakat.
Dalam pemberitaan resmi Perhutani pada 2025, Coban Putri disebut sebagai kawasan wisata di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Kegiatan di lokasi tersebut juga melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan menekankan pentingnya pengelolaan hutan berkelanjutan.
Pesona Alam Coban Putri
Coban Putri memiliki karakter sebagai wisata alam dengan air terjun dan lingkungan perbukitan.
Data Kabupaten Malang mencatat Coban Putri sebagai salah satu air terjun alami, sedangkan kajian akademik menyebut lokasinya berada di wilayah Kota Batu dan termasuk kawasan Perhutani.
Kondisi alam menjadi bagian penting dari daya tarik Coban Putri.
Air yang masih mengalir, pepohonan, serta bentang perbukitan membuat kawasan ini memiliki karakter berbeda dari wisata yang sepenuhnya dibangun dengan fasilitas buatan.
HUT RI Sekaligus Menjadi Ajang Promosi Wisata
Pernyataan Kelik memperjelas bahwa pemilihan Coban Putri memiliki tujuan promosi selain perayaan HUT RI.
Namun, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa kegiatan tersebut langsung meningkatkan jumlah wisatawan.
Dampak promosi tetap membutuhkan data kunjungan yang dapat dibandingkan secara objektif.
Baca juga: Antisipasi Titik Api Baru, Akses Wisata Bromo Masih Ditutup Total
Aktivitas Wisata yang Bisa Dinikmati Pengunjung
Coban Putri menawarkan pengalaman wisata berbasis alam.
Pengunjung dapat menikmati kawasan air terjun dan suasana sekitar sesuai fasilitas serta ketentuan pengelola.
Kajian akademik juga mencatat kawasan ini memiliki lingkungan yang masih alami dan berada di antara perbukitan serta pepohonan.
Wisatawan perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lapangan.
Mengikuti petunjuk pengelola, memperhatikan kondisi cuaca, serta menjaga keselamatan menjadi bagian penting ketika menikmati kawasan wisata.
Potensi Coban Putri bagi Pariwisata Lokal
Coban Putri dapat menjadi salah satu pilihan wisata alam di Kota Batu.
Keberadaannya juga berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan dan keterlibatan masyarakat melalui mitra lokal.
Perhutani sebelumnya menjelaskan bahwa pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan Batu dapat melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan.
Promosi melalui kegiatan HUT RI dapat membantu memperkenalkan kawasan kepada peserta dan masyarakat.
Namun, pengembangan destinasi tetap memerlukan pengelolaan konsisten, fasilitas sesuai, informasi jelas, serta perhatian terhadap daya dukung lingkungan.
Peran Perhutani dalam Pengembangan Wisata
Perhutani memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya hutan negara di Jawa dan Madura.
Dalam konteks Coban Putri, perusahaan bekerja bersama mitra dalam pengelolaan wisata.
Kolaborasi tersebut penting agar pemanfaatan kawasan untuk rekreasi tetap memperhatikan fungsi lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Dalam agenda 2026, KPH Malang juga meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan selama kemarau.
Menjaga Kelestarian Alam Coban Putri
Kondisi kemarau menjadi perhatian.
Kelik menyebut debit air Coban Putri mulai berkurang akibat kemarau panjang, rendahnya curah hujan, dan kondisi tutupan lahan.
Meski demikian, air masih mengalir. Perhutani juga meningkatkan patroli dan menyiapkan sarana pemadaman untuk mengantisipasi kebakaran.
Wisatawan memiliki peran penting dalam menjaga kawasan.
Tidak melakukan pembakaran, membuang sampah pada tempatnya, dan mematuhi aturan pengelola merupakan langkah sederhana untuk mempertahankan kondisi lingkungan.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa promosi destinasi dapat ditempatkan dalam agenda komunitas, selama pesan wisata disampaikan secara faktual dan tidak melebih-lebihkan kondisi kawasan, serta mudah dipahami oleh calon pengunjung dari berbagai daerah.
Prospek Promosi Coban Putri ke Depan
Perayaan HUT RI di Coban Putri menunjukkan bahwa destinasi wisata dapat menjadi ruang untuk kegiatan kebersamaan sekaligus promosi.
Ke depan, pengenalan kawasan perlu disertai informasi wisata yang akurat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Bagi wisatawan, Coban Putri menawarkan pilihan menikmati wisata alam di Kota Batu.
Sementara bagi Perhutani dan mitra, promosi perlu berjalan seimbang dengan perlindungan kawasan.
Dengan pendekatan tersebut, pengenalan Coban Putri tidak berhenti pada momentum perayaan, tetapi dapat mendukung pengelolaan wisata yang bertanggung jawab.
Baca juga: Sumber Krabyakan Cuma Rp5.000, Mata Air Jernih yang Bikin Betah














