Breaking

Pelajar Kota Malang Kini Bisa Naik Angkot Gratis, 66 Armada Mulai Beroperasi

jed timo

1 September 2026

Pelajar Kota Malang Kini Bisa Naik Angkot Gratis, 66 Armada Mulai Beroperasi
Pemerintah Kota Malang resmi menjalankan program angkutan pelajar gratis.

malangcozycom – Pemerintah Kota Malang resmi menjalankan program angkutan pelajar gratis.

Sebanyak 66 armada angkot mulai melayani kebutuhan transportasi siswa setelah diluncurkan pada Senin, 31 Agustus 2026.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat layanan transportasi publik sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang lebih aman dan terjangkau bagi pelajar.

66 Angkot Gratis Mulai Beroperasi

Peluncuran angkutan pelajar gratis berlangsung di Balai Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut layanan tersebut merupakan bagian dari skema Buy The Service atau BTS yang difokuskan untuk melayani masyarakat, terutama pelajar.

Sebanyak 66 armada disiapkan pada tahap awal.

Pemerintah memastikan kendaraan yang digunakan telah melalui proses kurasi, mulai dari spesifikasi, persyaratan, dokumen administrasi, kelayakan kendaraan, hingga kelengkapan layanan.

Program tersebut ditujukan untuk pelajar yang selama ini menggunakan angkutan umum maupun layanan bus atau mikrobus pelajar.

Dengan adanya angkot gratis, siswa mendapatkan alternatif transportasi untuk perjalanan menuju dan pulang sekolah tanpa harus membayar ongkos perjalanan.

Layanan Angkot Gratis untuk Mobilitas Pelajar

Kehadiran layanan ini tidak hanya berkaitan dengan pembebasan biaya perjalanan.

Pemkot Malang juga mengarahkan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki mobilitas pelajar di tengah aktivitas lalu lintas pada jam sekolah.

Pelajar, khususnya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi, dapat memanfaatkan layanan tersebut sebagai pilihan perjalanan.

Pemerintah juga berharap penggunaan angkutan umum dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Bagi keluarga, layanan gratis berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rutin untuk transportasi.

Sementara bagi pemerintah, keberadaan angkot pelajar menjadi bagian dari penguatan transportasi publik yang melibatkan armada angkutan kota dan pengemudinya.

ANTARA melaporkan bahwa program tersebut juga memberikan manfaat bagi pengemudi angkot di tengah kondisi penumpang yang sepi.

Dengan demikian, layanan ini memiliki sasaran ganda, yakni membantu mobilitas pelajar sekaligus menjaga keberlangsungan layanan angkutan kota.

Baca juga: Retribusi Parkir Kota Malang Baru 36 Persen, Dishub Siapkan Langkah Kejar Target

Rute dan Mekanisme Layanan

Dalam pelaksanaannya, pemerintah telah menetapkan jalur serta titik pemberangkatan dan penurunan penumpang.

Layanan tidak menggunakan halte khusus seperti angkutan massal, sehingga pelajar perlu mengikuti titik yang telah ditentukan pada rute masing-masing.

Waktu operasional disesuaikan dengan aktivitas sekolah.

Berdasarkan informasi setelah peluncuran, keberangkatan pagi dimulai sekitar pukul 05.45 WIB, sedangkan layanan kepulangan berlangsung sekitar pukul 14.45 WIB.

Setiap armada juga dilengkapi perangkat GPS.

Sistem pemantauan digital tersebut digunakan untuk membantu memastikan kendaraan bergerak sesuai jalur yang telah ditetapkan.

Penggunaan GPS sekaligus menjadi bagian dari mekanisme pengawasan terhadap operasional layanan.

Dari sisi pelayanan, pengemudi diwajibkan menjaga penampilan dan perilaku selama bertugas.

Mereka harus mengenakan pakaian yang sesuai, tidak merokok ketika melayani pelajar, serta menjaga sikap dan tutur kata.

Aturan tersebut dibuat untuk mendukung kenyamanan dan keamanan penumpang.

Program Angkot Gratis dan Transportasi Umum

Program angkot pelajar gratis memiliki kaitan dengan persoalan mobilitas di kawasan sekolah.

Kepadatan kendaraan sering meningkat pada jam keberangkatan dan kepulangan siswa.

Karena itu, penyediaan transportasi umum bagi pelajar dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Pemkot Malang sebelumnya telah menyiapkan sistem pemantauan digital melalui Dinas Perhubungan.

Sistem tersebut dirancang untuk memantau armada dan memastikan layanan berjalan sesuai ketentuan.

Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada pemanfaatan layanan oleh pelajar dan konsistensi pengelolaan di lapangan.

Sosialisasi kepada siswa, orang tua, serta sekolah menjadi penting agar informasi mengenai rute, titik naik turun, dan jadwal dapat dipahami dengan baik.

Bagi pelajar, kehadiran layanan ini juga menuntut kesadaran untuk mengikuti ketentuan yang berlaku.

Pengguna perlu menjaga ketertiban selama perjalanan, mengikuti arahan pengemudi, serta memanfaatkan titik naik dan turun yang sudah ditetapkan.

Kebiasaan tersebut penting agar layanan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat secara merata bagi pengguna di wilayah Kota Malang setiap hari.

Evaluasi Pelaksanaan Program

Pelaksanaan 66 armada pada tahap awal juga membutuhkan evaluasi berkala.

Pemerintah perlu melihat apakah jumlah armada, jalur, jadwal, dan titik layanan sudah mampu menjawab kebutuhan pelajar di berbagai kawasan Kota Malang.

Evaluasi juga dapat digunakan untuk mengetahui kendala operasional yang muncul setelah layanan berjalan.

Informasi mengenai jumlah pengguna, ketepatan waktu, kepadatan pada rute tertentu, serta masukan dari pelajar dan sekolah dapat menjadi bahan perbaikan.

Dinas Perhubungan Kota Malang sebelumnya menyatakan bahwa sistem pemantauan digital menjadi bagian dari persiapan program.

Setelah layanan resmi berjalan, pemantauan tersebut dapat mendukung evaluasi berbasis kondisi lapangan.

Dengan 66 armada yang telah beroperasi, program angkot pelajar gratis kini memasuki tahap pelaksanaan.

Ke depan, keberlanjutan layanan akan sangat bergantung pada kualitas operasional, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan pemerintah mengevaluasi kebutuhan transportasi pelajar secara berkala.

Baca juga: Golkar Jatim Bidik 10 Kursi DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029

Leave a Comment