Breaking

Golkar Jatim Bidik 10 Kursi DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029

jed timo

31 August 2026

Golkar Jatim Bidik 10 Kursi DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029
Kota Malang menjadi perhatian Partai Golkar Jawa Timur dalam persiapan menuju Pemilu 2029.

malangcozycom – Kota Malang menjadi perhatian Partai Golkar Jawa Timur dalam persiapan menuju Pemilu 2029.

Target peningkatan kursi DPRD Kota Malang menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sejak 2026.

Golkar Jatim Bidik 10 Kursi DPRD Kota Malang

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menyatakan optimisme terhadap target 10 kursi DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029.

Target tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin.

Saat ini, Golkar Kota Malang disebut memiliki enam kursi di DPRD Kota Malang untuk periode 2024-2029.

Target tersebut berarti Golkar ingin menambah empat kursi dibandingkan perolehan saat ini.

Namun, angka 10 kursi masih merupakan target politik, bukan hasil yang sudah dipastikan.

Pencapaiannya akan bergantung pada perolehan suara dan persaingan di masing-masing daerah pemilihan ketika pemilu berlangsung.

Kota Malang memiliki lima daerah pemilihan untuk DPRD kota, yakni Klojen, Blimbing, Kedungkandang, Sukun, dan Lowokwaru.

Pada Pemilu 2024, total terdapat 45 kursi DPRD Kota Malang yang diperebutkan.

Kondisi tersebut membuat target penambahan kursi membutuhkan strategi yang terukur serta kerja organisasi yang konsisten.

Strategi Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Golkar Jatim menjadikan 2026 sebagai momentum konsolidasi organisasi.

Ali Mufthi menyebut penguatan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Pola tersebut diarahkan untuk memastikan struktur partai tetap aktif dan mampu menjalankan agenda organisasi secara berkelanjutan.

Di Kota Malang, proses konsolidasi juga dilakukan melalui agenda kepartaian di tingkat kecamatan.

Penguatan struktur dipandang sebagai fondasi penting sebelum memasuki tahapan politik berikutnya.

Partai juga perlu memastikan komunikasi antara pengurus dan kader berjalan efektif sehingga target politik tidak hanya menjadi slogan.

Selain memperkuat struktur, Golkar Jatim sebelumnya juga melakukan pemetaan daerah pemilihan untuk melihat peluang penambahan kursi.

Langkah pemetaan tersebut menunjukkan bahwa strategi menuju 2029 tidak hanya mengandalkan popularitas partai, tetapi juga membutuhkan pembacaan terhadap potensi dukungan di setiap wilayah.

Baca juga: Cuaca Malang Raya Hari Ini Cerah, Udara Kabur Berpotensi Muncul Malam hingga Dini Hari

Berpartai dengan Fun dan Semangat

Ada pendekatan berbeda yang ditekankan Ali Mufthi dalam proses konsolidasi Golkar, yakni menjalankan aktivitas partai dengan suasana fun dan penuh semangat.

Menurutnya, kegiatan politik dapat menjadi ruang silaturahmi, berbagi gagasan, sekaligus memperkuat hubungan antarkader.

Pendekatan tersebut terlihat dalam kegiatan kebersamaan yang dikemas melalui olahraga dan agenda sosial internal.

Bagi Golkar, kegiatan semacam itu diharapkan membuat kader tetap aktif tanpa menjadikan aktivitas organisasi selalu identik dengan rapat formal dan suasana yang kaku.

Ketua DPD Golkar Kota Malang Djoko Prihatin juga menilai semangat tersebut dapat membantu menjaga kekompakan internal.

Suasana yang lebih cair menjadi salah satu cara untuk membangun energi positif di antara kader, terutama ketika partai mulai menyiapkan agenda jangka panjang menuju Pemilu 2029.

Meski demikian, aktivitas yang menyenangkan tetap perlu berjalan beriringan dengan kerja politik yang nyata.

Kedekatan antarkader harus diterjemahkan menjadi pelayanan, komunikasi, dan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Penguatan Kader Jadi Modal Politik Golkar

Kader menjadi bagian penting dalam upaya Golkar mengejar target 10 kursi.

Struktur organisasi yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja di tengah masyarakat sekaligus memahami persoalan yang berkembang di wilayahnya.

Penguatan kader juga berkaitan dengan regenerasi. Keterlibatan generasi muda, perempuan, serta berbagai kelompok masyarakat dapat memperluas ruang partisipasi politik.

Pada proses pencalonan Pemilu 2024, Golkar Kota Malang pernah mendaftarkan 45 bakal calon legislatif yang tersebar di lima daerah pemilihan.

Komposisi tersebut menunjukkan upaya menghadirkan kandidat dengan latar belakang beragam.

Untuk menghadapi 2029, pengalaman tersebut dapat menjadi pijakan evaluasi.

Partai perlu menyiapkan figur yang memiliki kemampuan komunikasi, rekam kerja, dan kedekatan dengan masyarakat.

Dengan begitu, target kursi dapat didukung oleh kandidat yang mampu memperoleh kepercayaan pemilih.

Target 10 Kursi dan Tantangan 2029

Target 10 kursi DPRD Kota Malang merupakan peningkatan signifikan dari enam kursi yang dimiliki Golkar saat ini.

Karena itu, perjalanan menuju target tersebut masih panjang dan menghadirkan sejumlah tantangan.

Persaingan antarpatai akan menjadi salah satu faktor penting.

Setiap partai memiliki target dan strategi masing-masing, sementara jumlah kursi DPRD kota tetap terbatas.

Golkar harus mampu meningkatkan perolehan suara di setiap dapil sekaligus mempertahankan basis dukungan.

Konsolidasi sejak 2026 memberi waktu bagi partai untuk memperbaiki struktur, mengevaluasi kinerja kader, dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Namun, keberhasilan target tetap ditentukan oleh hasil pemungutan suara pada Pemilu 2029.

Dengan demikian, optimisme 10 kursi perlu diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Pendekatan politik yang fun dapat menjadi penguat soliditas, sementara konsolidasi dan penguatan kader menjadi pekerjaan utama untuk mengubah target tersebut menjadi hasil elektoral.

Baca juga: Retribusi Parkir Kota Malang Baru 36 Persen, Dishub Siapkan Langkah Kejar Target

Leave a Comment