malangcozycom – Tanah longsor menutup akses jalan penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang pada Senin pagi, 2 November 2026.
Material tanah yang menimbun badan jalan di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, membuat kendaraan dari kedua arah sempat tidak dapat melintas.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB setelah hujan mengguyur wilayah Malang Raya sejak malam sebelumnya.
Petugas mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan diri melewati titik longsor dan mengikuti arahan pengalihan arus.
Longsor Menutup Badan Jalan di Desa Tirtomoyo
Lokasi longsor berada di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Material tanah dari tebing menutup badan jalan yang menjadi jalur penghubung Malang dan Lumajang.
Akibatnya, arus kendaraan dari kedua arah sempat terhenti.
Baca juga: 10 Ribu Warga Kabupaten Malang Raih Ijazah Kesetaraan, Mayoritas untuk Tingkatkan Karier
Pengendara roda dua maupun roda empat diminta mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi terdampak.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, titik longsor berada di Kilometer 24+300 jalur Malang–Lumajang.
Petugas gabungan melakukan penanganan untuk membersihkan material yang menutup jalan.
BPBD Kabupaten Malang juga melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.
Pengendara Diarahkan Menggunakan Jalur Alternatif
Selama akses utama belum dapat dilalui, pengguna jalan dari arah Malang maupun Lumajang diarahkan melewati jalur alternatif di wilayah Ampelgading.
Pengendara dari arah Malang disarankan mengambil jalur melalui kawasan Kecamatan Ampelgading, kemudian menuju Desa Purwoharjo dan melanjutkan perjalanan ke Desa Sidorejo.
Sementara itu, pengendara dari arah Lumajang dapat mengikuti arahan petugas untuk melewati jalur alternatif melalui kawasan Tirtomoyo dan desa-desa di sekitarnya.
Rute pengalihan dapat menyesuaikan kondisi jalan serta arahan petugas di lapangan.
Pengguna jalan disarankan tidak hanya mengandalkan informasi lama, terutama jika kondisi lalu lintas berubah setelah proses pembersihan berlangsung.
Pengendara juga perlu memperhitungkan kondisi jalan alternatif yang berkelok dan berada di kawasan perbukitan.
Hujan dapat membuat permukaan jalan licin serta meningkatkan risiko longsor di sekitar lereng.
BPBD dan Petugas Gabungan Lakukan Penanganan
BPBD Kabupaten Malang bersama tim gabungan melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian.
Pembersihan material longsor menjadi langkah penting agar akses penghubung Malang–Lumajang dapat kembali digunakan.
Instansi teknis pengelola jalan nasional juga telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan bergerak menuju lokasi untuk mendukung proses penanganan.
Pembersihan material longsor perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tebing di sekitar jalan.
Area yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah dapat membahayakan petugas maupun pengguna jalan.
Hujan yang mengguyur kawasan Malang Raya menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
Pada wilayah dengan kontur perbukitan, air hujan dapat meningkatkan beban tanah dan memicu pergerakan material dari lereng.
Karena itu, masyarakat yang melintas di kawasan rawan longsor diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari petugas.
Akses Jalan Dilaporkan Kembali Fungsional
Perkembangan penanganan pada Senin siang menyebutkan bahwa jalur di Desa Tirtomoyo yang sempat tertutup material longsor telah kembali fungsional dan dapat dilalui pengguna jalan.
Meski demikian, pengendara tetap perlu memperhatikan arahan petugas serta kondisi aktual di lapangan.
Kembalinya akses jalan tidak serta-merta menghilangkan potensi bahaya, terutama jika hujan kembali turun di kawasan tersebut.
Pengguna jalan yang hendak melintasi jalur Malang–Lumajang disarankan memastikan kondisi perjalanan sebelum berangkat.
Baca juga: Sengketa Lahan Simpang Balapan Berujung Eksekusi, Kedua Pihak Sama-Sama Klaim Hak
Apabila petugas masih menerapkan pengaturan lalu lintas atau pengalihan sementara, pengendara perlu mengikuti ketentuan tersebut demi keselamatan bersama.
Kejadian longsor di Ampelgading menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur pegunungan pada musim hujan.
Pengendara sebaiknya tidak berhenti terlalu dekat dengan tebing dan segera menjauh apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.












