malangcozycom – Pemerintah Kabupaten Malang kembali menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Malang, M. Sanusi, saat menghadiri Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Senin, 19 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi pendidik untuk bertukar gagasan dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
Pemkab Malang berharap pelatihan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Kompetensi Guru Perlu Terus Diperbarui
Dalam sambutannya, Sanusi mengapresiasi PGRI Kabupaten Malang dan seluruh pihak yang menginisiasi workshop tersebut.
Ia menekankan bahwa peningkatan profesionalitas guru harus menjadi proses berkelanjutan, bukan hanya dilakukan saat peringatan Hari Guru Nasional atau kegiatan organisasi profesi.
Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, menjadi teladan, mengenali potensi murid, dan membentuk karakter.
Mereka perlu memahami perbedaan kemampuan, minat, serta kebutuhan belajar anak.
Perubahan sosial dan perkembangan teknologi juga membuat pendekatan pembelajaran perlu dievaluasi secara berkala.
Metode yang sebelumnya efektif belum tentu selalu sesuai dengan kondisi kelas saat ini.
Karena itu, guru perlu terbuka terhadap cara mengajar yang lebih kreatif, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Workshop dapat memperkuat kemampuan tersebut apabila materi pelatihan diterapkan, dievaluasi, dan dibagikan kepada rekan guru.
Sekolah dapat menjadwalkan tindak lanjut setelah workshop, misalnya melalui diskusi rutin, observasi pembelajaran, dan refleksi bersama.
Langkah sederhana tersebut membantu guru mengidentifikasi praktik yang efektif sekaligus mencari solusi ketika menghadapi kendala.
Dukungan kepala sekolah juga diperlukan agar pendidik memiliki waktu, fasilitas, dan ruang untuk berinovasi. Penyesuaian program sangat penting bagi tiap sekolah.
Menghadapi Tantangan Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Sanusi turut menyoroti lingkungan belajar anak yang kini dipengaruhi teknologi digital, arus informasi cepat, dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kondisi ini membuka peluang pembelajaran yang lebih luas, tetapi juga menuntut pendampingan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Pemanfaatan perangkat digital dapat membantu guru memperkaya materi, menghadirkan variasi pembelajaran, dan memperluas akses pengetahuan.
Meski begitu, teknologi tidak dapat menggantikan seluruh peran manusia dalam pendidikan.
Etika, empati, keteladanan, dan pembentukan karakter tetap membutuhkan interaksi serta pendampingan yang memadai.
Sekolah juga perlu membantu peserta didik mengembangkan kemampuan memilah informasi, berpikir kritis, dan memahami tanggung jawab saat menggunakan teknologi.
Murid tidak cukup hanya mampu mengakses informasi; mereka perlu belajar menilai kebenaran, memahami konteks, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.
Pendekatan tersebut memerlukan kerja sama guru, sekolah, dan orang tua.
Pengawasan bukan sekadar membatasi teknologi, melainkan membimbing anak memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan usia.
Pembelajaran Kreatif dan Berpusat pada Murid
Pemkab Malang mendorong guru agar berani mencoba metode pembelajaran yang lebih kreatif dan membangun suasana kelas yang menyenangkan.
Pembelajaran idealnya tidak hanya mengukur kemampuan menghafal, tetapi juga melatih berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah.
Guru dapat mengembangkan diskusi kelompok, proyek sederhana, praktik langsung, atau pemanfaatan sumber belajar di sekitar sekolah sesuai materi dan kemampuan peserta didik.
Guru dapat melihat keterlibatan murid, pemahaman materi, serta kesulitan yang muncul selama proses belajar.
Hasil evaluasi menjadi dasar untuk menyesuaikan pendekatan sehingga pembelajaran semakin sesuai dengan kebutuhan kelas.
Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda.
Oleh sebab itu, pendampingan perlu memberi ruang bagi murid untuk berkembang tanpa mengabaikan kebutuhan mereka yang memerlukan dukungan tambahan.
Lingkungan belajar yang aman dan menghargai perbedaan membantu anak lebih percaya diri untuk bertanya, mencoba, dan memperbaiki kesalahan.
Komitmen Pemkab Malang terhadap Mutu Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan komitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan mutu pembelajaran, dan sinergi dengan pemangku kepentingan pendidikan.
Dukungan tersebut perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.
Keberhasilan peningkatan kompetensi guru tidak cukup dilihat dari jumlah kegiatan yang terlaksana.
Indikator yang lebih bermakna mencakup penerapan hasil pelatihan di kelas, peningkatan kualitas interaksi belajar, serta kemampuan sekolah merespons kebutuhan peserta didik.
Pemantauan dan evaluasi berkala dapat membantu memastikan bahwa pelatihan memberikan dampak yang sesuai dengan tujuan.
Organisasi profesi, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru dapat memperkuat kolaborasi melalui forum berbagi praktik baik serta pendampingan antarsekolah.
Pada akhirnya, peningkatan mutu pendidikan bergantung pada kesinambungan antara pengembangan kompetensi, dukungan sekolah, dan kebijakan pemerintah.
Workshop di Pakisaji menjadi salah satu momentum untuk memperkuat upaya tersebut.
Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan yang dibahas benar-benar hadir dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk mengenali, mengembangkan, dan memaksimalkan potensinya.












