malangcozycom – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan penambahan anggaran program angkutan pelajar gratis pada 2027.
Rencana tersebut berkaitan dengan kebutuhan memperluas jangkauan layanan, menyusul masih adanya sejumlah sekolah yang belum terlayani oleh angkutan pelajar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa anggaran program tersebut pada 2027 diperkirakan lebih dari Rp2 miliar.
Namun, besaran pastinya masih menunggu pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Sejumlah Sekolah Belum Terjangkau Layanan
Perluasan jangkauan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program angkutan pelajar gratis.
Berdasarkan pemberitaan Radar Malang pada awal Oktober 2026, sejumlah sekolah yang disebut belum terjangkau layanan antara lain SMKN 8 Malang, SMPN 16 Malang, SMPN 14 Malang, dan SMKN 12 Malang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyediaan angkutan pelajar masih membutuhkan evaluasi terhadap cakupan wilayah dan kebutuhan mobilitas siswa.
Keberadaan armada saja belum cukup apabila rute yang tersedia belum melewati kawasan sekolah yang memerlukan layanan.
Wilayah Malang Utara menjadi salah satu area yang mendapat perhatian dalam pembahasan perluasan jangkauan.
Baca juga: Toko Ogan Malang Terbakar Dini Hari, Penjaga Toko Sempat Terjebak
Meski demikian, penentuan rute baru perlu mempertimbangkan kebutuhan pelajar, kondisi jalan, serta efektivitas operasional angkutan.
Pemetaan sekolah yang belum terjangkau dapat membantu pemerintah menentukan prioritas pengembangan.
Dengan begitu, penambahan layanan bisa diarahkan kepada wilayah yang membutuhkan akses transportasi lebih mudah untuk berangkat dan pulang sekolah.
Anggaran 2027 Diproyeksikan Lebih dari Rp2 Miliar
Pada 2026, Pemkot Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk mendukung operasional angkutan pelajar gratis.
Anggaran tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan layanan hingga 96 armada, dengan pembayaran kepada operator berdasarkan layanan yang benar-benar direalisasikan.
Untuk 2027, anggaran diperkirakan meningkat menjadi lebih dari Rp2 miliar.
Rencana tersebut masih harus melalui pembahasan anggaran daerah sehingga nominal akhirnya belum dapat dipastikan.
Karena itu, perkiraan tersebut perlu dibedakan dari anggaran yang telah disahkan.
Besaran finalnya akan bergantung pada proses penyusunan dan persetujuan APBD 2027.
Perencanaan anggaran juga perlu memperhitungkan efektivitas penggunaan dana.
Dalam skema yang berjalan, pembayaran dilakukan berdasarkan layanan yang diberikan operator.
Artinya, pagu anggaran tidak otomatis terserap seluruhnya apabila realisasi operasional lebih rendah daripada perkiraan.
Pengawasan terhadap penggunaan anggaran menjadi penting agar dana yang disiapkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, evaluasi berkala dapat membantu pemerintah mengetahui apakah penambahan armada atau perubahan rute benar-benar diperlukan.
Program Gratis Mulai Beroperasi Agustus 2026
Pemkot Malang meluncurkan program angkutan pelajar gratis pada 31 Agustus 2026.
Pada tahap awal, sebanyak 66 armada angkutan kota mulai melayani pelajar melalui 15 rute yang telah ditentukan.
Program tersebut dirancang untuk membantu mobilitas siswa menuju sekolah maupun ketika pulang.
Pelajar dapat memanfaatkan layanan sesuai rute dan ketentuan operasional yang berlaku.
Layanan keberangkatan menuju sekolah dimulai pukul 05.45 WIB, sedangkan layanan penjemputan berlangsung hingga sekitar pukul 14.45 WIB.
Di luar jam pelayanan khusus pelajar, armada dapat kembali beroperasi sebagai angkutan umum reguler dengan tarif yang berlaku.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu biaya transportasi siswa, tetapi juga mengoptimalkan kembali peran angkutan kota.
Melalui skema layanan tersebut, pengemudi angkot yang memenuhi persyaratan dapat terlibat dalam penyediaan transportasi bagi pelajar.
Pemkot Malang juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program akan terus dipantau dan dievaluasi.
Masukan dari masyarakat dan pelajar dibutuhkan untuk menilai kualitas layanan, efektivitas rute, serta kebutuhan pengembangan selanjutnya.
Perluasan Rute Perlu Diikuti Evaluasi
Rencana penambahan anggaran pada 2027 menjadi kesempatan bagi Pemkot Malang untuk mengevaluasi pelaksanaan program sejak pertama kali beroperasi.
Evaluasi dapat mencakup sekolah yang belum terjangkau, kesesuaian jalur, kebutuhan armada, dan waktu pelayanan.
Informasi mengenai cakupan layanan penting bagi pelajar, orang tua, dan pihak sekolah.
Pemetaan yang akurat dapat membantu pemerintah menentukan rute tambahan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan semata-mata menambah jumlah kendaraan.
Di sisi lain, perluasan layanan perlu disertai pengawasan operasional.
Pemerintah harus memastikan armada berjalan sesuai rute, melayani siswa pada jam yang ditetapkan, serta menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Rencana penambahan anggaran angkutan pelajar gratis pada 2027 masih menunggu pembahasan APBD.
Kepastian nominal anggaran dan rute tambahan akan menjadi bagian penting dalam menentukan sejauh mana program ini dapat diperluas.
Baca juga: Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen Segera Beroperasi, Bernama Kanjuruhan
Apabila terealisasi sesuai kebutuhan, pengembangan layanan diharapkan dapat membantu lebih banyak pelajar memperoleh akses transportasi menuju sekolah.
Namun, hasilnya tetap bergantung pada keputusan anggaran, pemetaan kebutuhan, dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.












