malangcozycom – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan kebijakan serta implementasi transformasi digital melalui strategi Asta Naya dalam Penilaian Interviu Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (Pemdi) 2026, Senin (21/9/2026).
Pemaparan tersebut dilakukan secara daring dari Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang.
Arah transformasi digital yang disampaikan Pemkot Malang diselaraskan dengan kebijakan transformasi digital nasional serta visi pembangunan Kota Malang 2025–2029, yakni “Menuju Malang Mbois dan Berkelas”.
Asta Naya Jadi Strategi Transformasi Digital
Dalam pemaparannya, Wahyu menjelaskan bahwa Pemkot Malang telah merumuskan delapan strategi transformasi digital yang dirangkum dalam Asta Naya.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan digital di lingkungan Pemkot Malang.
Delapan strategi itu mencakup penguatan kebijakan dan tata kelola, peningkatan manajemen dan kesinambungan, optimalisasi kemajuan teknologi, serta penguatan kolaborasi.
Selain itu, Asta Naya mencakup peningkatan kualitas dan kolaborasi keamanan siber, penguatan penerapan satu data, peningkatan kapabilitas serta budaya digital sumber daya manusia aparatur, dan peningkatan kualitas perencanaan serta penganggaran.
Menurut Wahyu, pemerintahan digital membutuhkan koordinasi antarp perangkat daerah dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Karena itu, transformasi digital tidak hanya dipandang sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola dan pola kerja pemerintahan.
“Pemerintahan digital esensinya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan terus kita perkuat,” kata Wahyu dalam pemaparannya.
Baca juga: OJK Malang Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan AI, Ini Celah yang Dimanfaatkan
Indeks SPBE Kota Malang Terus Meningkat
Penguatan transformasi digital Kota Malang juga terlihat dari perkembangan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Berdasarkan data yang dipaparkan Pemkot Malang, indeks SPBE mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, indeks SPBE Kota Malang tercatat 2,60 dengan predikat baik. Nilainya kemudian meningkat menjadi 3,82 pada 2023 dan memperoleh predikat sangat baik.
Perkembangan tersebut berlanjut pada 2024 ketika indeks SPBE mencapai 4,24 dengan predikat memuaskan. Nilai 4,24 tersebut kembali bertahan pada 2025.
Capaian itu menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik di Kota Malang.
Peningkatan indeks tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan aplikasi atau layanan daring.
Aspek tata kelola, kesinambungan manajemen, kualitas sumber daya manusia hingga perencanaan juga menjadi bagian dari proses transformasi.
Kota Malang Masuk Tiga Besar IMDI Nasional
Selain SPBE, Pemkot Malang juga memaparkan capaian dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025.
Kota Malang memperoleh skor 62,67 dalam IMDI 2025.
Berdasarkan keterangan Pemkot Malang, capaian tersebut menempatkan Kota Malang di tiga besar nasional sekaligus menjadi daerah dengan skor tertinggi di Jawa Timur.
Capaian IMDI tersebut menjadi salah satu modal yang disebut pemerintah kota untuk melanjutkan pengembangan transformasi digital.
Pemkot Malang melihat kemampuan masyarakat dan aparatur dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem digital.
Dengan perkembangan tersebut, transformasi digital di Kota Malang diarahkan agar memberikan dampak terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah, bukan berhenti pada digitalisasi administrasi pemerintahan.
Transformasi Digital Dikaitkan dengan Pelayanan Publik
Pemkot Malang juga mengaitkan transformasi digital dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tata kelola layanan digital terus dibangun agar dapat menjadi bagian dari praktik kerja di lingkungan pemerintahan.
Substansi pemerintahan digital juga diselaraskan dengan dokumen perencanaan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan teknologi diharapkan tetap memiliki arah yang terukur dan mendukung kebutuhan pemerintahan.
Asta Naya kemudian menjadi kerangka untuk memperkuat berbagai aspek tersebut.
Mulai dari kebijakan, keamanan siber, satu data, sumber daya manusia hingga perencanaan anggaran ditempatkan sebagai bagian yang saling berkaitan.
Bagi Kota Malang, perkembangan digital juga menghadirkan kebutuhan untuk menjaga koordinasi antarlembaga.
Semakin banyak layanan dan proses pemerintahan yang memanfaatkan teknologi, semakin penting pula pengelolaan data, keamanan sistem dan kemampuan aparatur.
Baca juga: Bupati Malang Salurkan Bantuan dan Cek Layanan Kesehatan Gratis di Jambuwer
Melalui strategi Asta Naya, Pemkot Malang menyatakan akan terus memperkuat fondasi pemerintahan digital.
Capaian indeks SPBE dan IMDI menjadi bagian dari evaluasi, sementara peningkatan kualitas layanan publik menjadi salah satu arah yang ingin dicapai dari transformasi tersebut.












