malangcozycom – Desa Wisata Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kembali mendapat perhatian setelah masuk jajaran 10 besar Desa Wisata Terbaik Jawa Timur dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.
Pencapaian ini menunjukkan potensi wisata berbasis masyarakat di kawasan lereng Gunung Arjuno semakin diperhitungkan.
Desa Wisata Sumbergondo Masuk 10 Besar WIA 2026
Sumbergondo menempati peringkat keenam dalam hasil kurasi WIA 2026 tingkat Jawa Timur.
Proses tersebut diikuti 60 desa wisata yang mendaftar. Dari jumlah itu, 38 desa wisata diusulkan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengikuti tahapan kurasi.
Selanjutnya, sepuluh desa dan kampung wisata dengan nilai terbaik ditetapkan dalam daftar unggulan Jawa Timur.
Penilaian dilakukan oleh tiga kurator independen dari unsur akademisi, komunitas, dan praktisi pariwisata.
Bagi Kota Batu, capaian Sumbergondo menjadi bentuk pengakuan terhadap pengembangan destinasi yang mengangkat potensi lokal sekaligus melibatkan masyarakat.
Potensi Wisata Berbasis Masyarakat
Desa Sumbergondo berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada kawasan lereng Gunung Arjuno.
Data resmi Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata mencatat Sumbergondo sebagai desa wisata berstatus mandiri.
Karakter desa wisata tersebut terlihat dari beragam fasilitas dan atraksi yang tersedia.
Pengembangan tidak hanya mengandalkan pemandangan alam, tetapi juga menggabungkan wisata alam, budaya, edukasi, kuliner, dan aktivitas buatan.
Pola seperti ini memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam berbagai bagian pengalaman wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, pengelola desa wisata, masyarakat, komunitas, dan pelaku pariwisata.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pengembangan destinasi tidak berhenti pada jumlah wisatawan, tetapi turut memperluas manfaat ekonomi bagi warga.
Potensi tersebut juga didukung fasilitas dasar yang tercatat dalam sistem resmi, seperti area parkir, balai pertemuan, kafetaria, kamar mandi umum, kios suvenir, tempat kuliner, mushala, area swafoto, dan spot foto.
Sumbergondo juga menyediakan paket wisata pengolahan sampah, D’Kopi Sabin, serta Ruma Gunung.
Kelengkapan pilihan ini membuat wisatawan dapat menikmati kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga edukasi dan pengenalan potensi desa secara lebih dekat dan langsung.
Baca juga: Karnaval HUT RI Jadi Magnet Wisata, Pemkot Siapkan Pengelolaan Lebih Matang
D’Kopi Sabin Jadi Salah Satu Daya Tarik
Salah satu potensi yang berkembang di Sumbergondo adalah D’Kopi Sabin.
Kepala Desa Sumbergondo menyebut destinasi tersebut dikelola Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dan menjadi bagian dari potensi berbasis masyarakat.
Data Jejaring Desa Wisata juga mencantumkan D’Kopi Sabin sebagai salah satu atraksi wisata sekaligus paket wisata di Sumbergondo.
Keberadaan destinasi ini memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung.
Bagi masyarakat, pengembangan atraksi semacam ini membuka ruang aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan layanan wisata, kuliner, dan usaha pendukung lainnya.
Namun, keberlanjutannya tetap membutuhkan pengelolaan yang konsisten serta peningkatan kualitas pelayanan.
Wisata Jeep Tour di Lereng Gunung Arjuno
Sumbergondo juga memiliki pilihan wisata luar ruang melalui fun offroad atau jeep tour di kawasan lereng Gunung Arjuno.
Aktivitas tersebut menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati lanskap alam sambil mengikuti kegiatan petualangan.
Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata mencatat Wisata Fun Offroad Jeep Pusung Lading sebagai salah satu atraksi wisata buatan di Sumbergondo.
Selain itu, terdapat Pusung Lading sebagai wisata alam dan Glagah Wangi yang memiliki pilihan wisata alam serta area perkemahan.
Keberagaman tersebut menjadi modal untuk membangun pengalaman wisata yang lebih beragam.
Pengembangan aktivitas luar ruang tentu perlu memperhatikan keselamatan pengunjung, kondisi jalur, serta kelestarian lingkungan di kawasan lereng gunung.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Sumbergondo
Prestasi dalam WIA 2026 tidak berdiri sendiri.
Pengembangan Sumbergondo berkaitan dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat yang mengelola dan mengembangkan potensi di tingkat desa.
Kolaborasi penting karena desa wisata memiliki karakter berbeda dari destinasi yang dikelola secara terpusat.
Masyarakat menjadi bagian dari identitas sekaligus penggerak aktivitas wisata.
Karena itu, pengembangan fasilitas, pelayanan, promosi, dan atraksi perlu berjalan bersama agar pertumbuhan wisata memberikan manfaat yang lebih luas.
Masuk 10 Besar Bukan Akhir Pengembangan
Masuk peringkat keenam WIA 2026 dapat menjadi momentum bagi Sumbergondo untuk terus berbenah.
Kepala Desa Sumbergondo berharap capaian tersebut menjadi pemantik peningkatan kualitas pengelolaan, pelayanan, dan penguatan kearifan lokal.
Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan popularitas, melainkan memastikan setiap potensi berkembang secara berkelanjutan.
Informasi destinasi, fasilitas, atraksi, dan paket wisata perlu terus dikelola agar wisatawan memperoleh pengalaman yang baik.
Dengan kombinasi wisata alam, budaya, edukasi, kuliner, D’Kopi Sabin, hingga fun offroad, Sumbergondo memiliki pilihan atraksi yang cukup beragam.
Penguatan kolaborasi dan pengelolaan yang konsisten akan menjadi faktor penting agar prestasi di tingkat Jawa Timur dapat diteruskan menjadi perkembangan wisata yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca juga: 2,6 Juta Wisatawan Sudah Kunjungi Kota Malang hingga Juli 2026














