Breaking

Terminal Gondanglegi Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Malang Selatan, Rp1 Miliar Diusulkan untuk Revitalisasi

jed timo

11 August 2026

Terminal Gondanglegi Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Malang Selatan, Rp1 Miliar Diusulkan untuk Revitalisasi
Rencana penguatan Terminal Gondanglegi, Kabupaten Malang, mendapat perhatian.

malangcozycom – Rencana penguatan Terminal Gondanglegi, Kabupaten Malang, mendapat perhatian.

Terminal ini diproyeksikan menjadi salah satu titik transit yang dapat mendukung pergerakan masyarakat sekaligus akses wisata, sementara usulan revitalisasi diarahkan untuk meningkatkan kelayakan fasilitasnya.

Terminal Gondanglegi Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Malang Selatan

Terminal Gondanglegi merupakan salah satu terminal penumpang tipe C yang dikelola Pemerintah Kabupaten Malang.

Dinas Perhubungan Kabupaten Malang mencatat terminal tersebut termasuk dalam sembilan terminal tipe C.

Rencana menjadikan Gondanglegi sebagai titik transit berkaitan dengan pengembangan transportasi dan kawasan selatan.

Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto sebelumnya menyampaikan harapan agar Terminal Gondanglegi dapat digunakan sebagai titik transit Trans Jatim.

Menurutnya, fungsi tersebut dapat mendukung pengembangan tata kota dan wilayah.

Rp1 Miliar Diusulkan untuk Revitalisasi Terminal

Usulan anggaran Rp1 miliar untuk revitalisasi Terminal Gondanglegi menjadi bagian penting dari rencana pembenahan.

Namun, nominal tersebut perlu dipahami sebagai usulan, bukan anggaran yang sudah pasti dibelanjakan.

Informasi mengenai besaran tersebut berasal dari pemberitaan mengenai rencana revitalisasi, sehingga status penganggarannya tetap perlu mengikuti keputusan resmi pemerintah daerah.

Pembenahan terminal menjadi relevan ketika pemerintah ingin meningkatkan fungsi fasilitas tersebut sebagai titik perpindahan penumpang.

Revitalisasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan layanan, kemampuan anggaran, serta tahapan perencanaan dan pengadaan yang berlaku.

Kondisi dan Kebutuhan Pembenahan Terminal

Aktivitas sejumlah terminal tipe C di Kabupaten Malang menghadapi tantangan.

Dishub Kabupaten Malang pada Mei 2026 menyebut aktivitas angkutan pedesaan menurun karena jumlah penumpang semakin sedikit.

Perubahan pola perjalanan masyarakat, termasuk meningkatnya penggunaan angkutan berbasis aplikasi, ikut memengaruhi pemanfaatan terminal.

Kondisi tersebut membuat revitalisasi tidak cukup hanya berorientasi pada bangunan.

Fasilitas yang dibenahi perlu mendukung kenyamanan, keselamatan, keteraturan naik-turun penumpang, dan kemudahan perpindahan moda.

Dengan demikian, investasi infrastruktur perlu dibarengi strategi agar terminal kembali memiliki fungsi transportasi yang efektif.

Terminal Gondanglegi dan Rencana Trans Jatim

Konektivitas Gondanglegi juga berkaitan dengan rencana Trans Jatim Koridor II.

Pemkab Malang sebelumnya mengusulkan beberapa alternatif rute kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satunya melalui Gondanglegi menuju Terminal Talangagung di Kepanjen.

Perkembangan terbaru menunjukkan Trans Jatim Koridor II telah dipastikan melintasi Gondanglegi.

Survei titik pemberhentian dilakukan untuk menyiapkan layanan yang direncanakan beroperasi pada Oktober 2026.

Namun, terminal yang menjadi titik akhir koridor tersebut adalah Terminal Talangagung, bukan Terminal Gondanglegi.

Baca juga: Harga Tiket Jatim Park 1 Terbaru Mulai Rp39 Ribuan?

Konektivitas Transportasi Menuju Malang Selatan

Penguatan transportasi di Gondanglegi berpotensi memperbaiki akses perjalanan menuju kawasan selatan.

Posisi wilayah tersebut berada pada jalur yang berkaitan dengan pengembangan akses menuju destinasi wisata pesisir.

Dishub Kabupaten Malang sebelumnya menyebut usulan Trans Jatim diharapkan mendukung pengembangan wilayah dan pariwisata.

Artinya, transportasi publik dapat menjadi salah satu unsur pendukung, meski peningkatan jumlah wisatawan tidak otomatis terjadi hanya karena adanya layanan baru.

Dukungan terhadap Pariwisata Malang Selatan

Terminal yang berfungsi baik dapat menjadi bagian dari rantai perjalanan wisata, terutama apabila tersedia koneksi lanjutan menuju destinasi.

Informasi rute, jadwal, titik pemberhentian, fasilitas penumpang, serta keterhubungan dengan angkutan lokal menjadi faktor penting.

Pengembangan akses transportasi juga perlu berjalan seiring dengan kesiapan destinasi.

Dengan pendekatan tersebut, terminal tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi dapat berperan sebagai simpul mobilitas menuju kawasan wisata.

Dampak Revitalisasi terhadap Ekonomi Lokal

Revitalisasi terminal berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitarnya apabila diikuti pergerakan penumpang yang lebih baik.

Pedagang, pelaku UMKM, jasa transportasi, dan usaha pendukung dapat memperoleh peluang dari meningkatnya aktivitas kawasan.

Namun, besaran dampak ekonomi belum dapat disimpulkan tanpa data transaksi, jumlah penumpang, atau indikator ekonomi lainnya.

Karena itu, manfaat revitalisasi perlu dinilai berdasarkan realisasi penggunaan terminal setelah program berjalan.

Peran Pemerintah dalam Pengembangan Terminal

Dishub Kabupaten Malang memiliki peran dalam pengelolaan terminal tipe C dan koordinasi pengembangan transportasi daerah.

Sementara itu, layanan Trans Jatim berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pembagian kewenangan tersebut penting agar pembangunan fasilitas, penentuan halte, pengaturan trayek, dan pengoperasian layanan berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Pengawasan anggaran juga diperlukan supaya revitalisasi benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

Arah Pengembangan Terminal Gondanglegi

Arah pengembangan Terminal Gondanglegi berkaitan dengan dua kebutuhan, yakni meningkatkan fungsi transportasi dan memperkuat akses menuju kawasan Malang Selatan.

Usulan revitalisasi Rp1 miliar perlu dilihat sebagai tahapan perencanaan sampai terdapat keputusan anggaran yang sah.

Sementara itu, kepastian Trans Jatim Koridor II melintasi Gondanglegi memberikan konteks baru bagi penguatan konektivitas.

Jika pembenahan fasilitas dapat berjalan sesuai perencanaan, terminal berpeluang menjadi bagian dari jaringan mobilitas masyarakat dan wisatawan, tanpa mengabaikan kebutuhan layanan angkutan lokal.

Baca juga: Harga Tiket Jatim Park 1 Terbaru Mulai Rp39 Ribuan?

Leave a Comment