malangcozycom – Pencarian terhadap Saimin (76), warga lanjut usia asal Dusun Bonjagung, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, berakhir duka.
Setelah dilaporkan hilang selama tiga hari sejak Selasa (3/11/2026), korban akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada Kamis (5/11/2026).
Namun, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat karena Saimin sebelumnya diketahui berpamitan pergi ke sawah seperti aktivitas rutinnya.
Keluarga awalnya tidak menaruh kecurigaan hingga korban tak kunjung pulang dan sepeda motornya ditemukan masih terparkir di sebuah gubuk dekat area persawahan.
Berawal dari Pamit Pergi ke Sawah
Saimin diketahui berangkat dari rumah pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Ia menuju kawasan persawahan di Dusun Pait Utara untuk melakukan aktivitas pertanian, termasuk memupuk tanaman.
Biasanya, korban kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, hingga siang hari, Saimin belum juga pulang.
Baca juga: Polres Malang Siagakan 800 Personel Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Keluarga kemudian mulai merasa khawatir karena aktivitas tersebut biasanya tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Sekitar pukul 17.00 WIB, anak korban mendatangi lokasi persawahan untuk mencari keberadaan ayahnya.
Setibanya di tempat tersebut, keluarga hanya menemukan sepeda motor Saimin yang masih terparkir di dekat sebuah gubuk.
Sementara keberadaan korban tidak diketahui.
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar persawahan dan kawasan perkebunan.
Informasi mengenai sejumlah lokasi terakhir korban terlihat turut ditelusuri untuk mempersempit area pencarian.
Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Selama Tiga Hari
Pencarian melibatkan tim SAR gabungan bersama masyarakat, kepolisian, TNI, BPBD, dan unsur terkait lainnya.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur aktivitas terakhir Saimin.
Medan pencarian menjadi salah satu tantangan bagi petugas karena kawasan tersebut mencakup area persawahan, perkebunan, dan hutan dengan kontur tanah yang tidak seluruhnya mudah dijangkau.
Berdasarkan keterangan Koordinator Lapangan SAR CORRE Indonesia, Dwi, korban diduga mengalami disorientasi arah sehingga tidak menemukan jalan pulang dan semakin masuk ke kawasan hutan.
Pada hari ketiga pencarian, tim melakukan penyapuan secara intensif.
Petugas bergerak dengan jarak sekitar satu hingga dua meter antaranggota untuk memperluas jangkauan pemeriksaan di area yang dicurigai.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Saimin ditemukan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, di bawah jalan setapak kawasan hutan.
Korban Ditemukan dalam Kondisi Lemas
Saat ditemukan, kondisi Saimin sudah sangat lemas.
Petugas juga mendapati sejumlah luka lecet pada tubuh korban serta indikasi cedera pada lengan kanan.
Dari kondisi lokasi penemuan, korban diduga terperosok dari jalan setapak hingga jatuh ke bagian bawah dengan kedalaman sekitar dua meter.
Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pengamatan tim di lapangan.
Petugas kemudian melakukan evakuasi darurat untuk membawa korban keluar dari kawasan hutan.
Proses ini membutuhkan penanganan karena medan yang dilalui berupa perbukitan dan tidak mudah dijangkau kendaraan.
Tim berupaya membawa Saimin menuju fasilitas medis agar mendapatkan pertolongan.
Namun, kondisi korban terus menurun selama proses evakuasi.
Saimin akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Keluarga dan Warga Diingatkan Lebih Waspada
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian keluarga terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama ketika beraktivitas di kawasan persawahan, perkebunan, maupun hutan.
Lingkungan dengan jalur sempit, lereng curam, dan medan yang sulit dikenali memiliki risiko tersendiri bagi warga yang beraktivitas seorang diri.
Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan perjalanan ke lokasi yang jauh dari permukiman.
Keluarga juga disarankan memastikan anggota keluarga lansia memiliki pendamping ketika beraktivitas di area berisiko, khususnya apabila memiliki kecenderungan mudah lupa atau kesulitan mengenali arah.
Baca juga: Kanjuruhan Adiluhung Dekranasda Festival 2026 Resmi Dibuka, Produk Lokal Malang Jadi Sorotan
Pencarian Saimin yang melibatkan berbagai unsur memperlihatkan pentingnya koordinasi antara masyarakat dan petugas dalam penanganan kejadian orang hilang.
Meski upaya pencarian berhasil menemukan korban, peristiwa ini meninggalkan duka bagi keluarga dan warga Desa Pait, Kecamatan Kasembon.












