malangcozycom – Aktivitas pariwisata di kawasan Malang Raya menunjukkan geliat besar sepanjang 2026.
Akumulasi data kunjungan dan perjalanan wisatawan dari Kota Batu, Kota Malang, serta Kabupaten Malang mencapai sekitar 13,56 juta.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi kawasan ini sebagai tujuan perjalanan, mulai dari wisata keluarga, sejarah, kuliner, hingga destinasi alam.
Namun, angka tersebut perlu dibaca secara cermat. Data dari ketiga daerah menggunakan periode dan metode pencatatan yang berbeda.
Karena itu, angka 13,56 juta merupakan hasil penjumlahan sejumlah data daerah, bukan total resmi kunjungan Malang Raya dalam satu periode penghitungan yang seragam.
Kota Batu Menjadi Penyumbang Kunjungan Terbesar
Kota Batu mencatat 6.432.526 kunjungan wisatawan sepanjang Januari hingga Juli 2026 berdasarkan data Dinas Pariwisata setempat.
Angka tersebut menjadi kontribusi terbesar dalam akumulasi data tiga wilayah Malang Raya.
Baca juga: Malang Skyland Jadi Pilihan Wisata dari Ketinggian, Tawarkan Jembatan Kaca dan Panorama Pegunungan
Daya tarik Kota Batu berasal dari beragam jenis destinasi. Wisatawan dapat menemukan taman rekreasi keluarga, wisata alam, kawasan pegunungan, agrowisata, hingga desa wisata.
Sejumlah destinasi yang dikenal pengunjung antara lain Jatim Park, Museum Angkut, Batu Secret Zoo, Selecta, Coban Rondo, dan kawasan Gunung Banyak.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut penguatan promosi digital serta kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha pariwisata turut mendukung pertumbuhan kunjungan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan daya tarik wisata agar tetap dikenal masyarakat luas.
Kota Malang Perkuat Wisata Sejarah dan Kuliner
Kota Malang mencatat 2.492.054 kunjungan wisatawan selama Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 2.446.270 kunjungan wisatawan nusantara dan 46.784 kunjungan wisatawan mancanegara.
Karakter pariwisata Kota Malang memiliki keunggulan pada wisata perkotaan.
Kayutangan Heritage, kampung tematik, wisata sejarah, dan kawasan kuliner menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana kota.
Selain destinasi tersebut, layanan transportasi wisata Malang City Tour atau Macito turut menjadi alternatif untuk mengenal sejumlah kawasan di Kota Malang.
Posisi kota sebagai pusat akomodasi, kuliner, pendidikan, dan transportasi juga membuatnya berperan sebagai titik persinggahan wisatawan sebelum menuju Batu maupun Kabupaten Malang.
Kabupaten Malang Punya Pilihan Wisata Alam Beragam
Kabupaten Malang mencatat sekitar 4.640.495 perjalanan wisatawan nusantara menuju wilayah tersebut selama Januari hingga April 2026 berdasarkan data BPS Jawa Timur.
Potensi wisata Kabupaten Malang tersebar di berbagai kawasan.
Wilayah selatan menawarkan destinasi pantai seperti Balekambang, Sendang Biru, dan Ngliyep.
Sementara itu, kawasan Pujon, Ngantang, serta Lawang memiliki pilihan wisata alam, pegunungan, perkebunan, dan desa wisata.
Perlu dipahami bahwa angka perjalanan wisatawan nusantara tidak sama dengan jumlah individu unik.
Satu orang dapat melakukan beberapa perjalanan dalam periode pencatatan.
Oleh sebab itu, data tersebut lebih tepat digunakan untuk menggambarkan aktivitas perjalanan wisata.
Tantangan Mendorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama
Besarnya angka kunjungan belum otomatis menunjukkan bahwa wisatawan menginap dalam waktu panjang.
Perjalanan satu hari atau one day trip masih menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata, khususnya di Kota Batu.
Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata perlu memperkuat keterhubungan antardestinasi, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan paket perjalanan yang menarik.
Dengan pilihan wisata yang saling melengkapi, pengunjung memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal.
Malang Raya memiliki modal berupa keragaman destinasi dalam jarak perjalanan yang relatif terhubung.
Baca juga: Cuaca Malang Raya Mulai Berubah, Ini Waktu yang Tepat untuk Menikmati Wisata Pegunungan
Pengembangan pariwisata berikutnya perlu diarahkan tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga meningkatkan pengalaman wisatawan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.














