Breaking

Pembangunan Kampus II UB di Kepanjen Capai 50 Persen, Target Rampung Maret 2027

jed timo

21 October 2026

Pembangunan Kampus II UB di Kepanjen Capai 50 Persen, Target Rampung Maret 2027
Pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, terus dikebut dengan progres mencapai sekitar 50 persen.

malangcozycom – Pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, terus dikebut dengan progres mencapai sekitar 50 persen.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama pihak universitas menargetkan pembangunan dua gedung baru untuk menunjang Fakultas Vokasi tersebut selesai pada Maret 2027.

Peninjauan pembangunan dilakukan Bupati Malang M. Sanusi bersama Rektor UB Widodo, jajaran pimpinan universitas, serta pimpinan DPRD Kabupaten Malang pada Senin, 19 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga kegiatan akademik di kampus baru dapat dimulai pada 2027.

Progres Pembangunan Kampus II UB di Kepanjen

Dalam peninjauan di lokasi, Sanusi menyampaikan bahwa pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen.

Dua gedung yang sedang dikerjakan dipersiapkan sebagai fasilitas penunjang kegiatan pendidikan Fakultas Vokasi UB.

Lokasi pembangunan berada di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan pendidikan tinggi UB di wilayah selatan Kabupaten Malang.

Pemkab Malang menargetkan pembangunan dapat diselesaikan pada Maret 2027.

Baca juga: TransJatim Koridor Malang Beroperasi 30 Oktober 2026, Siapkan 15 Bus untuk Layani Penumpang

Apabila pengerjaan berjalan sesuai rencana, UB ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru untuk kegiatan akademik di kampus tersebut pada tahun yang sama.

Target penyelesaian itu menjadi perhatian karena kesiapan gedung akan berkaitan langsung dengan persiapan penerimaan mahasiswa, penyediaan fasilitas pembelajaran, serta kebutuhan pendukung kegiatan akademik.

Meski progres pembangunan telah mencapai separuh, penyelesaian proyek tetap bergantung pada kelanjutan pekerjaan di lapangan.

Karena itu, pemantauan berkala diperlukan untuk memastikan kualitas bangunan dan kesiapan fasilitas sesuai kebutuhan universitas.

Kampus Vokasi dan Science Technopark Disiapkan

Pengembangan Kampus II UB tidak hanya diarahkan untuk menambah ruang perkuliahan.

Kawasan tersebut direncanakan memiliki dua zona utama, yakni Fakultas Vokasi dan Science Technopark (STP).

Kehadiran Fakultas Vokasi diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi yang berorientasi pada keterampilan praktis dan kebutuhan dunia kerja.

Model pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menerapkan pengetahuan secara langsung di lingkungan industri maupun dunia usaha.

Sementara itu, Science Technopark direncanakan dilengkapi mini laboratory factory untuk mendukung kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Fasilitas tersebut berpotensi menjadi ruang pengembangan inovasi, praktik, serta penerapan hasil penelitian.

Rencana pengembangan ini membuat Kampus II UB memiliki peluang untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan inovasi di Kabupaten Malang.

Namun, manfaatnya akan bergantung pada kesiapan fasilitas, program akademik, serta kerja sama yang dibangun dengan berbagai pihak.

Ditargetkan Menampung Ribuan Mahasiswa

Menurut keterangan Bupati Malang, kawasan Kampus II UB diproyeksikan dapat menampung sekitar 6.000 mahasiswa.

Jumlah tersebut menunjukkan potensi kebutuhan layanan pendidikan dan fasilitas pendukung di sekitar kampus pada masa mendatang.

Kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar berpeluang meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Kepanjen dan wilayah sekitarnya.

Kebutuhan tempat tinggal, makanan, transportasi, jasa percetakan, hingga usaha kebutuhan sehari-hari dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal.

Meski demikian, dampak ekonomi tidak muncul secara otomatis.

Perkembangan tersebut memerlukan dukungan akses jalan, transportasi umum, fasilitas hunian, serta perencanaan kawasan yang memperhatikan kenyamanan masyarakat setempat.

Pelaku usaha lokal juga perlu mempersiapkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Dengan demikian, pertumbuhan aktivitas pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Kolaborasi Pemkab Malang, UB, dan DPRD

Pembangunan Kampus II UB melibatkan dukungan pemerintah daerah, pihak universitas, dan DPRD Kabupaten Malang.

Peninjauan bersama yang dilakukan pada 19 Oktober 2026 menjadi salah satu bentuk koordinasi untuk mengawal kelanjutan pembangunan.

Sanusi menyampaikan bahwa dukungan pimpinan dan anggota DPRD turut membantu terwujudnya pembangunan dua gedung untuk Fakultas Vokasi tersebut.

Sinergi antarlembaga dibutuhkan agar pengembangan kampus dapat berjalan sesuai perencanaan.

Selain pembangunan fisik, koordinasi juga penting dalam menyiapkan aksesibilitas, layanan pendukung, dan keterhubungan kawasan pendidikan dengan lingkungan sekitarnya.

Bagi Kabupaten Malang, pengembangan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Akan tetapi, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan proses berkelanjutan, mulai dari penyediaan fasilitas hingga penyelenggaraan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Menunggu Penyelesaian Pembangunan pada 2027

Target rampung pada Maret 2027 menjadi tahapan penting bagi rencana operasional Kampus II UB di Kepanjen.

Setelah pembangunan fisik selesai, kesiapan fasilitas dan kebutuhan akademik akan menjadi perhatian sebelum kegiatan perkuliahan berlangsung.

Masyarakat dapat memantau perkembangan proyek melalui informasi resmi Pemkab Malang dan Universitas Brawijaya.

Informasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui kepastian penyelesaian gedung, penerimaan mahasiswa baru, serta program pendidikan yang akan diselenggarakan di kampus tersebut.

Baca juga: Pemkab Malang Gandeng Organisasi Singapura, 6.000 RT Disiapkan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

Jika target pembangunan tercapai, Kampus II UB berpotensi memperluas pilihan pendidikan tinggi sekaligus mendorong perkembangan kawasan Kepanjen.

Keberhasilan pengembangannya nantinya akan ditentukan oleh kualitas fasilitas, penyelenggaraan pendidikan, dan kemampuan membangun manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Leave a Comment