Breaking

Nurisa Dian Ashrifah Cetak Sejarah, Emas Panahan Indonesia di Asian Games 2026

jed timo

2 October 2026

Nurisa Dian Ashrifah Cetak Sejarah, Emas Panahan Indonesia di Asian Games 2026
Pemanah Indonesia Nurisa Dian Ashrifah mencetak sejarah pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali emas nomor compound individual putri.

malangcozycom – Pemanah Indonesia Nurisa Dian Ashrifah mencetak sejarah pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali emas nomor compound individual putri.

Nurisa memastikan podium tertinggi setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 dalam final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Aichi, Jepang, Kamis (1/10).

Kemenangan tersebut menjadi emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.

Panahan sendiri telah dipertandingkan secara resmi di ajang tersebut sejak 1978.

Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia dari cabang ini adalah medali perak pada Asian Games 1984, 1994, dan 2018.

Final Berlangsung Ketat

Nurisa menghadapi Amaya dalam pertandingan yang berjalan ketat hingga anak panah terakhir.

Pemanah Indonesia mengakhiri duel dengan keunggulan dua poin, 139-137, sekaligus memastikan medali emas untuk kontingen Merah Putih.

Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan Nurisa menjaga fokus pada pertandingan penentuan.

Ia juga harus melewati sejumlah lawan unggulan sebelum mencapai final, sehingga perjalanan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah.

Dalam babak perempat final, Nurisa menghadapi unggulan pertama asal India, Chikitha Taniparthi.

Ia kemudian melaju ke semifinal dan bertemu unggulan keempat asal Korea Selatan, Yeonseo Kang.

Baca juga: I Made Pajar Ariyana Raih Perak Asian Games 2026, Torehkan Sejarah Surfing Indonesia

Dua kemenangan tersebut mengantarkan Nurisa ke final melawan Amaya.

Status unggulan kedelapan tidak menghalangi langkahnya melewati pemanah yang berada di posisi unggulan lebih tinggi.

Emas Pertama Panahan Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Arsjad Rasjid menyebut pencapaian Nurisa sebagai sejarah baru bagi panahan Indonesia.

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kemampuan atlet Indonesia bersaing di level Asia.

Arsjad juga menilai keberhasilan Nurisa merupakan hasil kerja bersama atlet, pelatih, tim pendukung, serta pihak yang terlibat dalam pembinaan.

Setelah pencapaian tersebut, federasi tetap memiliki pekerjaan untuk menjaga konsistensi prestasi pada kompetisi berikutnya.

Nurisa bukan hanya membawa pulang emas bagi Indonesia, tetapi juga mengakhiri penantian panjang cabang panahan untuk meraih medali emas Asian Games.

Catatan itu menjadi bagian penting dalam sejarah olahraga Indonesia.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mencatat emas Nurisa sebagai medali emas kelima Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Perolehan tersebut membuat Indonesia melampaui target empat medali emas yang sebelumnya ditetapkan untuk kontingen tahun ini.

Perjalanan Nurisa Menuju Podium

Perjalanan Nurisa menuju final menunjukkan konsistensi sejak fase gugur.

Ia harus berhadapan dengan lawan yang memiliki posisi unggulan tinggi sebelum memastikan tiket ke partai puncak.

Pada perempat final, Nurisa berhasil menyingkirkan Chikitha Taniparthi dari India.

Tantangan berlanjut pada semifinal ketika ia menghadapi Yeonseo Kang dari Korea Selatan.

Keberhasilan melewati dua pertandingan tersebut membuat Nurisa mendapatkan kesempatan memperebutkan emas.

Di final, ia mampu menjaga keunggulan tipis hingga pertandingan berakhir dan mengalahkan Amaya.

Manajer Tim Nasional Panahan Indonesia Aziz Armand menyebut keberhasilan Nurisa menjadi gambaran kesiapan atlet dan tim menghadapi persaingan Asian Games.

Evaluasi tetap diperlukan agar program latihan, kompetisi, dan dukungan kepada atlet dapat terus diperkuat.

Momentum untuk Panahan Indonesia

Medali emas Nurisa juga memiliki arti lebih luas bagi perkembangan nomor compound Indonesia.

Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Perpani Abdul Razak menyebut pencapaian tersebut penting karena nomor compound akan dipertandingkan dalam Olimpiade mendatang.

Karena itu, keberhasilan di Aichi-Nagoya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi federasi dalam menyiapkan atlet menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Pembinaan yang berkelanjutan dibutuhkan agar pencapaian tersebut tidak berhenti pada satu ajang.

Bagi Nurisa, kemenangan atas Amaya menjadi catatan terbesar dalam perjalanan Asian Games 2026.

Bagi Indonesia, emas tersebut menambah koleksi medali sekaligus membuka lembaran baru dalam sejarah panahan nasional.

Pencapaian itu sekaligus memberi gambaran bahwa persaingan nomor compound di tingkat Asia semakin terbuka.

Nurisa mampu melewati fase gugur dengan menghadapi pemanah unggulan dan tetap menjaga ketenangan pada pertandingan perebutan emas.

Dalam catatan Perpani, capaian sebelumnya berupa perak pada tiga edisi Asian Games menunjukkan Indonesia sudah beberapa kali berada dekat dengan podium tertinggi.

Namun, emas baru berhasil diwujudkan pada Aichi-Nagoya 2026 melalui penampilan Nurisa.

Hasil ini menjadi tambahan penting bagi kontingen Indonesia yang sedang berjuang pada berbagai cabang olahraga.

Baca juga: Fadona/Fitriani Tembus Final Padel Asian Games 2026, Indonesia Amankan Medali

Pada penutupan rangkaian pertandingan Kamis, Indonesia tercatat mengoleksi lima emas, delapan perak, dan 21 perunggu, atau total 34 medali, berdasarkan statistik penyelenggara.

Dengan raihan tersebut, Nurisa tidak hanya membawa pulang medali, tetapi mencatat namanya sebagai bagian dari sejarah panahan Indonesia di Asian Games.

Leave a Comment