Breaking

I Made Pajar Ariyana Raih Perak Asian Games 2026, Torehkan Sejarah Surfing Indonesia

jed timo

30 September 2026

I Made Pajar Ariyana Raih Perak Asian Games 2026, Torehkan Sejarah Surfing Indonesia
I Made Pajar Ariyana menorehkan sejarah untuk Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

malangcozycom – I Made Pajar Ariyana menorehkan sejarah untuk Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Peselancar Indonesia tersebut meraih medali perak nomor shortboard putra setelah tampil di babak final melawan wakil tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi, di Tahara, Aichi, Selasa (29/9/2026).

Hasil itu menjadi medali pertama Indonesia dari cabang selancar ombak sepanjang keikutsertaan pada Asian Games.

Pajar Raih Perak pada Debut Asian Games

Pajar menghadapi Igarashi pada final setelah melewati rangkaian pertandingan sejak babak awal.

Dalam perlombaan perebutan emas, atlet Indonesia mengumpulkan total 10,40 poin dari dua ombak terbaik, masing-masing 5,17 dan 5,23 poin.

Sementara itu, Igarashi mencatatkan total 12,87 poin dari dua ombak terbaik dengan nilai 6,67 dan 6,20.

Selisih tersebut membuat peselancar Jepang mengamankan medali emas, sedangkan Pajar harus puas dengan perak.

Meski tidak menjadi juara, hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Pajar karena ini merupakan penampilan perdananya di Asian Games.

ANTARA melaporkan Pajar mengaku bangga dapat lolos ke final dan membawa pulang medali pada debutnya.

Baca juga: Indonesia Raih Perak Esports Pokémon Unite di Asian Games 2026

Perjalanan Pajar Menuju Final

Perjalanan Pajar menuju perebutan medali berlangsung cukup panjang.

Pada babak awal nomor shortboard putra, ia mampu tampil sebagai pemenang heat dan langsung mengamankan tempat ke babak berikutnya.

Pajar kemudian melanjutkan penampilan hingga perempat final.

Kondisi ombak yang berubah-ubah menjadi salah satu tantangan bagi para peselancar yang berlaga di Tahara.

Tim Indonesia harus menyesuaikan strategi dengan keadaan gelombang yang tersedia.

Pada semifinal, Pajar berhadapan dengan peselancar Filipina Jayuard Alciso.

Ia tampil meyakinkan dengan mencatatkan total 13,60 poin dari dua ombak, masing-masing 7,00 dan 6,60 poin.

Catatan tersebut mengungguli Alciso yang mengumpulkan 12,37 poin.

Kemenangan itu memastikan Pajar melaju ke final dan menghadapi Kanoa Igarashi.

Kondisi Ombak Jadi Tantangan

Selancar ombak memiliki karakter pertandingan yang berbeda dibanding sejumlah cabang olahraga lainnya karena performa atlet turut dipengaruhi kondisi alam.

Kualitas, ukuran, dan waktu munculnya gelombang dapat menentukan peluang atlet memperoleh skor tinggi.

Pelatih kepala tim nasional selancar ombak Indonesia Arya Subyakto sebelumnya menyebut para atlet Indonesia mampu beradaptasi dengan kondisi gelombang yang minim pada babak awal.

Pajar dan Bronson Meydi bahkan berhasil menjadi juara heat masing-masing pada pertandingan pertama.

Situasi tersebut kembali menjadi bagian dari persaingan ketika Pajar tampil di fase gugur.

Atlet harus memilih gelombang yang tersedia dan memaksimalkan manuver untuk memperoleh nilai terbaik dari juri.

Pada final, Pajar berusaha mengejar perolehan skor Igarashi.

Dua nilai terbaiknya menghasilkan 10,40 poin, tetapi belum cukup untuk melewati catatan peselancar tuan rumah.

Medali Pertama Indonesia dari Selancar Ombak

Perak yang diraih Pajar memiliki arti khusus bagi olahraga selancar ombak Indonesia.

Berdasarkan laporan ANTARA, medali tersebut menjadi yang pertama bagi Indonesia dari cabang surfing dalam sejarah Asian Games.

Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa selancar ombak mampu menjadi salah satu cabang yang menyumbang medali bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2026.

Sebelum Pajar mencapai final, Indonesia sudah memastikan beberapa medali dari cabang olahraga lain.

Bagi Pajar sendiri, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses latihan yang panjang.

Dalam wawancara setelah final, ia menyampaikan rasa bangga karena pada keikutsertaan pertamanya di Asian Games mampu mencapai partai puncak.

Perjalanan menuju podium juga tidak terlepas dari dukungan tim pelatih.

Pajar sebelumnya menyebut dirinya berlatih bersama pelatih Dylan, Arya, dan Gabby.

Persiapan fisik dan kemampuan membaca kondisi ombak menjadi bagian penting sebelum tampil di Tahara.

Pajar Jadi Bagian Sejarah Surfing Indonesia

Hasil Pajar di Aichi-Nagoya 2026 membuka catatan baru bagi selancar ombak Indonesia di ajang Asian Games.

Ia tidak hanya berhasil mencapai final, tetapi juga membawa pulang medali perak dari nomor shortboard putra.

Pencapaian tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan olahraga selancar ombak Indonesia di level internasional.

Kompetisi di Asian Games memberikan pengalaman tambahan bagi atlet untuk menghadapi lawan dari negara-negara Asia dengan karakter gelombang dan gaya bermain berbeda.

Dengan perak dari Tahara, Pajar menutup debut Asian Games dengan pencapaian bersejarah.

Medali tersebut menjadi hasil dari perjalanan panjang sejak babak awal, semifinal, hingga final menghadapi Kanoa Igarashi.

Hasil ini sekaligus menambah koleksi medali Indonesia di Aichi-Nagoya 2026 dan mencatatkan nama Pajar sebagai peraih medali pertama Indonesia dari cabang selancar ombak pada ajang Asian Games.

Baca juga: Leo/Daniel Raih Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026, Kalahkan Ganda Putra China

Prestasi tersebut diharapkan menjadi pengalaman penting bagi Pajar dan atlet muda Indonesia untuk terus berkembang.

Debutnya menunjukkan bahwa persaingan surfing Asia dapat menjadi ruang bagi peselancar nasional untuk menguji kemampuan dan meraih prestasi lebih jauh.

Leave a Comment