Breaking

Tiap Bulan Ada Guru Pensiun, Kota Malang Hadapi Krisis Guru Kelas

jed timo

13 August 2026

Tiap Bulan Ada Guru Pensiun, Kota Malang Hadapi Krisis Guru Kelas
Ketersediaan guru kelas menjadi salah satu tantangan pendidikan dasar di Kota Malang.

malangcozycom – Ketersediaan guru kelas menjadi salah satu tantangan pendidikan dasar di Kota Malang.

Data yang disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang menunjukkan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan tenaga pengajar, tetapi juga dengan guru yang memasuki masa pensiun secara rutin.

Pensiun Guru Kelas Terus Terjadi di Kota Malang

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana menyebut rata-rata sekitar 20 guru memasuki masa pensiun setiap bulan.

Pernyataan itu disampaikan pada Agustus 2025 ketika pemerintah daerah membahas pengusulan guru honorer ke dalam formasi PPPK paruh waktu.

Menurut Suwarjana, kekurangan tenaga dapat membuat guru yang masih aktif harus merangkap tugas sehingga pembelajaran dikhawatirkan kurang efektif.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan pengganti tidak selalu dapat dipenuhi segera.

Pada Mei 2026, Suwarjana kembali menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan guru terus dipetakan, terutama karena terdapat tenaga pendidik yang memasuki batas usia pensiun.

Kebutuhan Guru Kelas di Sekolah Dasar

Guru kelas memiliki posisi penting dalam pembelajaran sekolah dasar.

Berbeda dengan guru mata pelajaran di jenjang tertentu, guru kelas menangani proses pembelajaran satu kelas sehingga keberadaannya berkaitan langsung dengan keberlangsungan kegiatan belajar.

Data yang diberitakan pada Mei 2026 mencatat kebutuhan guru SD negeri di Kota Malang mencapai 2.509 orang, sedangkan tenaga yang tersedia sebanyak 2.327 orang.

Dari angka tersebut terdapat kekurangan sekitar 219 guru.

Kekurangan paling besar disebut berada pada guru kelas SD, yakni sekitar 150 orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan tenaga pendidik perlu dilihat secara spesifik berdasarkan jenjang dan jenis tugas.

Kekurangan guru kelas tidak cukup diselesaikan hanya dengan menghitung jumlah guru secara keseluruhan.

Dampak Kekurangan Guru terhadap Sekolah

Ketika satu guru pensiun tanpa pengganti yang tersedia, sekolah perlu melakukan penyesuaian pembagian tugas.

Salah satu kemungkinan adalah guru yang masih aktif menangani tambahan tanggung jawab.

Namun, Suwarjana menilai pola perangkapan tersebut tidak efektif jika berlangsung terus-menerus.

Beban tambahan dapat menjadi tantangan bagi pengelolaan pembelajaran, terutama apabila kekurangan terjadi pada banyak sekolah.

Karena itu, pemenuhan guru perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata agar proses belajar tetap berjalan dan pembagian tugas tidak terlalu berat.

Regenerasi Guru Jadi Tantangan Pendidikan

Pensiun merupakan bagian dari siklus kepegawaian yang perlu diantisipasi melalui perencanaan.

Pemerintah daerah dapat menggunakan data usia dan masa kerja untuk memproyeksikan kebutuhan pengganti.

Dengan cara tersebut, potensi kekosongan dapat diketahui lebih awal.

Kebutuhan regenerasi juga harus disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar, jumlah peserta didik, serta kondisi setiap sekolah.

Pengadaan guru baru tidak hanya menyangkut kuantitas, tetapi juga kesesuaian kompetensi dan penempatan.

Baca juga: Polisi Ingatkan Mahasiswa Baru di Kota Malang Waspada Curanmor

Upaya Pemerintah Memenuhi Kebutuhan Guru

Pemkot Malang telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi kekurangan guru.

Pada 2025, hampir 200 guru honorer diusulkan masuk formasi PPPK paruh waktu.

Kebijakan itu diarahkan untuk membantu menjaga keberlangsungan pembelajaran ketika guru pensiun.

Sebelumnya, Pemkot Malang juga mengajukan kebutuhan PPPK guru kepada pemerintah pusat.

Pada 2022, Suwarjana menyebut kebutuhan guru sekitar 500 orang dan pemerintah daerah mengajukan sekitar 800 formasi PPPK untuk memperhitungkan kebutuhan serta guru yang akan pensiun.

Pemenuhan formasi tetap bergantung pada kebijakan dan penetapan pemerintah pusat.

Karena itu, pemetaan kebutuhan di tingkat daerah menjadi penting sebagai dasar pengajuan.

Tantangan Distribusi Guru di Sekolah

Kekurangan guru tidak selalu berarti setiap sekolah mengalami kondisi yang sama.

Ada sekolah yang mungkin memiliki kebutuhan lebih besar dibandingkan sekolah lain.

Karena itu, distribusi tenaga pendidik perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Penataan yang tepat dapat membantu mengurangi kekosongan sekaligus mencegah penumpukan tenaga di sekolah tertentu.

Data kebutuhan yang diperbarui secara berkala juga penting agar keputusan penempatan mengikuti perubahan kondisi di lapangan.

Menjaga Kualitas Pembelajaran di Tengah Kekurangan Guru

Kekurangan guru perlu ditangani agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga.

Guru yang sudah aktif membutuhkan dukungan supaya tambahan tugas tidak menjadi beban berkepanjangan

Pada saat yang sama, sekolah membutuhkan kepastian mengenai pengganti tenaga yang memasuki masa pensiun.

Bagi Kota Malang, persoalan guru kelas menunjukkan pentingnya perencanaan tenaga pendidik secara berkelanjutan.

Pemetaan kebutuhan, regenerasi, pengadaan formasi, dan distribusi guru perlu berjalan beriringan.

Dengan perencanaan berbasis data, setiap guru yang pensiun dapat diantisipasi dan sekolah memiliki peluang lebih besar mempertahankan pembelajaran yang efektif bagi siswa.

Perencanaan tersebut juga perlu memperhatikan waktu pengisian posisi yang kosong, kesiapan calon pengganti, serta mekanisme penempatan agar sekolah tidak terlalu lama menunggu.

Langkah antisipatif menjadi penting karena kebutuhan guru dapat berubah mengikuti pensiun, mutasi, jumlah siswa, dan kebijakan kepegawaian yang berlaku.

Baca juga: Puluhan Ribu Mahasiswa Baru Masuk Malang, Kampus Diminta Bantu Atur Lalu Lintas

Leave a Comment